Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Unik! Warga Desa Sambiresik Gampengrejo ini Kelola Angkringan di Tengah Sawah

Diana Yunita Sari • Kamis, 15 Januari 2026 | 23:13 WIB
Angkringan Mbah Carik Desa Sambiresik Gampengrejo (Diana Yunita Sari)
Angkringan Mbah Carik Desa Sambiresik Gampengrejo (Diana Yunita Sari)

JP Radar Kediri - Banyak warga Desa Sambiresik menjadi pelaku UMKM. Salah satunya adalah angkringan milik Yusup Among Sukaton, warga Dusun Sambiresik yang berdiri asri di area persawahan.

Angkringan tersebut bernama Angkringan Mbah Carik. Usaha tersebut mulai dirintis sejak tahun 2022 di teras dan halaman rumah. Di sana dia melayani pembeli mulai pukul 17.00 hingga 24.00 WIB.

“Awalnya hanya untuk hiburan pulang kerja agar ada kegiatan, namun ternyata malah berjalan lancar,” ungkap pria yang akrab disapa Anton itu saat ditemui di angkringannya.

Berbeda dari tempat lain. Angkringan milik Anton memiliki konsep unik di mana pengunjung bisa menikmati menu khas angkringan dengan pemandangan sawah. Bahkan saat sore hari, pengunjung dapat menikmati indahnya matahari terbenam atau sunset.

Waktu paling ramai pengunjung biasanya jatuh pada malam Minggu dan malam Selasa. Mayoritas pelanggan berasal dari luar desa, jumlahnya mencapai hampir 70 persen.

“Rata-rata berawal dari ajakan teman atau orang yang lewat. Setelah melihat suasana ramai, mereka mampir lalu kemudian membawa teman-temannya lagi. Begitu terus seterusnya,” jelas Anton.

Menu yang tersedia sangat beragam. Mulai dari berbagai jenis sate tusuk, nasi bungkus, hingga minuman saset dan minuman racik. Salah satu keunggulannya adalah semua menu merupakan buatan sendiri dari sang nenek. Tanpa ada titipan dari penjual lain. Hal inilah yang menurut Anton membuat rasa masakannya tetap konsisten.

Harga menu di sini cukup terjangkau. Berada di rentang Rp 3 ribu sampai Rp 15 ribu. Menu yang paling populer adalah nasi krengsengan ayam dan babat. Untuk minuman racik, tersedia wedang woh, jahe susu, hingga es susu tape ketan. “Namun yang menjadi favorit pelanggan adalah minuman dawet ayu,” akunya.

Persiapan memasak biasanya dimulai sejak pukul 10.00. Kemudian pada pukul 16.00 menu mulai ditata di gerobak angkringan. Kini, pelanggan yang datang tidak hanya warga sekitar. Tetapi juga berasal dari Kecamatan Papar hingga Kecamatan Kertosono, Nganjuk.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #kediri #umkm #angkringan anti mainstream #Usaha angkringan #angkringan #umkm kediri #kecamatan gampengrejo #angkringan kediri