KEDIRI, JP Radar Kediri - Desa Kepuh memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang baru berdiri tahun ini. Namanya, Bumdes Kepuh Sejahtera.
Saat ini bumdes berfokus pada program untuk mendukung ketahanan pangan. Yaitu dengan menjalankan usaha penangkaran atau pembenihan padi.
Usaha pembenihan padi dipilih karena melihat potensi besar di Dusun Sono. Kebetulan, di sana telah lama dikenal sebagai sentra penghasil bibit padi.
“Kami juga didukung SDM yang mampu dan ahli. Manajer bumdes sendiri yang pernah bergelut di dunia penangkaran padi,” ungkap Sekretaris Desa Kepuh Mohamad Zainul Irsyadi.
Saat ini, bumdes telah menjalin kemitraan dengan 12 petani lokal. Total lahan yang digunakan mencapai dua hektare untuk penangkaran. Ditargetkan bisa bertambah hingga 3-4 hektare tahun depan.
Dalam prosesnya, bumdes bekerja sama dengan petani. Mereka menerapkan skema pemberian bakal benih secara gratis.
Setelah panen, petani menjual hasilnya kembali ke bumdes dengan tambahan keuntungan 10 persen.
Benih yang sudah melewati proses pengeringan dan sortir ini kemudian dijual kepada UMKM setempat dengan harga di bawah harga pasaran.
“Tujuannya selain usaha, juga untuk membantu menyejahterakan para petani desa,” jelas Manager Bumdes Kepuh Sejahtera Suwardi.
Dia mengatakan, benih yang diproduksi terjamin kualitasnya karena dilakukan peninjauan ketat oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).
Mulai dari sebelum tanam, berbunga, hingga saat panen. Hal ini membuat benih asal Desa Kepuh legal dan sudah terverifikasi.
Saat ini, benih padi baru berumur dua minggu dan diperkirakan siap panen dalam 95 hari. Pascapanen, benih dijemur dan disortir.
Lalu sampelnya disetorkan ke BPSB. Untuk mempermudah pengecekan dan perawatan, letak sawah untuk penangkaran sengaja dibuat berdekatan.
Suwardi menambahkan, sebelum adanya program ini, warga harus membeli benih padi ke penangkaran lain dan toko. Adanya Bumdes Kepuh Sejahtera diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyejahterakan petani
Editor : Andhika Attar Anindita