KEDIRI, JP Radar Kediri- Proses penentuan lokasi pengganti Pasar Buah Banyakan yang terdampak pembangunan Tol Kediri-Kertosono belum juga ditetapkan. Hingga saat ini, masih terus berproses.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri masih melakukan kajian untuk relokasi tersebut. Kajian tersebut dilaksanakan bersamaan dengan proses pembebasan lahan untuk proyek tol.
Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan bahwa opsi utama relokasi berada di eks lapangan futsal Ghantama Sport. Jaraknya sekitar satu kilometer dari pasar buah dan berada di tepi jalan raya Kediri-Nganjuk.
Menurut Tutik, lokasi tersebut dinilai paling memungkinkan karena pedagang di pasar buah bersifat musiman dan jumlahnya tidak banyak. “Konsep awalnya, lapangan futsal cukup strategis dan tempatnya cocok untuk pedagang buah yang jumlahnya sedikit dan tidak perlu membangun TPPS,” katanya.
Jika lapangan futsal yang dipilih sebagai lokasi pengganti, maka Pemkab Kediri akan melakukan pendataan dan penyesuaian kebutuhan setiap pedagang.
Menurutnya Tutik, karakter pedagang di pasar buah beragam mulai dari pedagang bongkar muat hingga pedagang yang hanya menjual tanpa kendaraan.
Untuk itu, penempatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pedagang agar aktivitas tetap berjalan lancar. Selain itu, Disdagin juga mempertimbangkan aksesibilitas dan kelayakan lokasi dalam mendukung pola transaksi pedagang.
“Kami perlu mencermati satu per satu, mana pedagang yang butuh kendaraan bongkar muat dan mana yang tidak agar penataan bisa sesuai,” ujarnya.
Selain lapangan futsal, Disdagin juga menyiapkan opsi kedua yakni pemindahan ke Pasar Gringging. Jika opsi utama tidak memungkinkan maka Pasar Gringging masih memungkinkan untuk dipakai meskipun lahannya tidak terlalu luas.
Penurunan produksi mangga beberapa tahun terakhir turut menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan luasan lokasi pengganti. Sementara itu, pedagang besar yang selama ini tidak masuk kawasan pasar tetap dapat beraktivitas seperti biasa di gudang mereka masing-masing.
“Kalau lapangan futsal tidak bisa, Pasar Gringging bisa jadi pilihan karena kondisi produksi mangga juga turun,” terangnya.
Tutik belum bisa memastikan bentuk teknis relokasi karena masih menunggu keputusan bersama dari tim terkait. Hingga kini, pemerintah juga belum menerima timeline resmi mengenai kapan pedagang harus mengosongkan pasar yang terdampak proyek tol tersebut.
Menurutnya, Pasar Buah memiliki karakter berbeda dengan pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari sehingga penataannya tidak serumit pasar umum. Meski begitu, Disdagin tetap menyiapkan langkah penyediaan lokasi dan sosialisasi sebelum proses relokasi dilakukan.
“Secara detail kami masih menunggu kesepakatan tim karena belum ada permintaan resmi kapan pengosongan dilakukan,” jelasnya.
Selain dua opsi utama tersebut, Disdagin sempat mempertimbangkan lahan di kawasan pasar hewan sebagai alternatif lain. Namun lokasi itu dinilai tidak memenuhi syarat karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung aktivitas perdagangan buah.
Tutik mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan para pedagang untuk melakukan pembahasan bersama. Melalui tahap ini, diharapkan keputusan relokasi dapat diterima pedagang dan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Ada lahan di pasar hewan tetapi tidak memenuhi syarat karena bau dan faktor lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pedagang buah Sholechah, 43, mengaku akan ikut bagaimana pemerintah nantinya. “Kalau di Pasar Gringging kemungkinannya bisa ramai. Karena satu tempat dengan pasar sayur. Tapi ya terbatas tempat lokasinya di sana kecil. Ya yang terbaik saja sih. Bagaimana pemerintah saya ngikut,” akunya.
Untuk diketahui, lahan di Pasar Buah Banyakan mencapai 0,5 hektare. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya terpakai untuk Tol Kediri-Kertosono. Namun, keseluruhan tanah dibeli oleh Pusat. Sebagai gantinya, sekitar 70 pedagang yang setiap hari berjualan di sana harus angkat kaki.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian