JP Radar Kediri - Desa Jabon memiliki beragam UMKM menarik yang digeluti warganya. Salah satunya adalah usaha Pecel Punten yang dijalankan oleh Pipin, 50, warga Gang 5 Dusun Jabon.
Pecel milik Pipin berbeda dari pecel kebanyakan. Jika biasanya pecel disajikan dengan nasi atau lontong, pecel ini disajikan dengan punten.
Yaitu olahan nasi yang ditumbuk bersama garam dan santan. Sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas dan terasa.
Dia memulai usahanya sejak tahun 2021 saat masa pandemi Covid-19. Ide ini muncul karena dorongan dari komunitas senam.
“Di sini ada komunitas senam, dulu saya sering bagikan makanan begitu dan banyak yang menyarankan untuk coba buka tempat makan,” kenang Pipin.
Siapa sangka, usaha ini langsung ramai dan laris. “Gak taunya ternyata ramai dan laris sekali, Alhamdulillah,” ungkapnya senang. Dalam sehari, ia bisa mendapat omzet hingga Rp 2 juta.
Tak hanya berbisnis, Pipin juga aktif membantu memberdayakan ibu-ibu di desa. Saat ini, dia memiliki delapan orang pegawai.
Terdiri dari lima orang di bagian dapur dan tiga orang yang melayani pembeli. Semua karyawannya mayoritas adalah perempuan.
Tempat usahanya berada di pelataran rumah yang disulap menjadi area makan. Di sana terdapat meja dan kursi-kursi kayu di bawah pohon yang rindang. Sehingga pembeli bisa menikmati suasana makan dengan hawa sejuk dan adem.
Selain untuk tempat makan, lokasi ini juga sering digunakan untuk kegiatan lain. Seperti senam aerobik dan senam terapi bagi ibu-ibu desa dengan biaya seikhlasnya.
“Ada senam terapi yang bisa diikuti ibu-ibu dan pegawai sini, agar mereka tetap sehat,” jelas Pipin.
Dalam promosi, dia getol mengikuti kegiatan UMKM di Kecamatan serta dari mulut ke mulut. Pipin juga aktif menjadi anggota kelompok UMKM di Kecamatan Banyakan.
Menu di warung Pipin tidak hanya menyediakan pecel Punten. Tetapi juga bakso, gado-gado, nasi jagung, tiwul, dan aneka minuman.
Rentang harganya pun sangat terjangkau. Yaitu mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp 10 ribu. “Yang beli dari mana-mana, kadang sering dibooking untuk arisan, reuni, rapat guru-guru, dan lain-lain,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita