KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Payaman, Kecamatan Pelemahan Kaupaten Kediri memiliki bumdes yang telah berdiri sejak 2021. Namanya, Srikandi Krisna Abadi. Dari awal beroperasi, bumdes telah menjalankan beberapa usaha. Seperti penjualan alat tulis, fotokopi, print, minuman dingin, dan bahan pangan seperti beras.
Untuk menjalankan usaha tersebut Pemdes membangun kios pertokoan. Letaknya di samping gedung PKK menghadap ke jalan desa. Bangunan kios tersebut sangat strategis karena berdekatan dengan sekolah SD dan TK.
“Banyak didatangi anak sekolah untuk beli alat tulis atau mau ngeprint, dari perangkat desa juga belinya ke sini,” ujar Wuri Setiara Refin, salah satu pengurus Bumdes.
Menurut Wuri, usaha fotokopi dan print menjadi yang paling ramai. Selain anak sekolah, kios tersebut juga ramai diserbu warga yang tengah mengurus administrasi ke kantor desa. Dalam sehari, jumlah pembeli yang datang ke kios rata-rata adalah 12-15 orang. Harga print juga terjangkau. Hanya Rp 300 per lembarnya.
Selain kios alat tulis dan fotokopi, Bumdes Srikandi Krisna Abadi juga memiliki kios lain. Letaknya juga tak jauh dari kantor desa. Lebih tepatnya berseberangan dengan kantor desa.
“Bumdes punya dua kios, satu fokus melayani pembelian ATK dan fotokopi. Satunya fokus untuk ketahanan pangan,” ungkap Wuri.
Kios lain tersebut fokus pada penjualan bahan pangan terutama beras. Pemdes menyewa rumah warga dan dijadikan kios usaha. Beras yang dijual berasal dari petani Desa Payaman langsung.
Proses selep dan pengemasan dilakukan mandiri oleh Bumdes. Tersedia dengan berbagai ukuran mulai dari 5 kg, 10 kg, hingga 25 kg. Bumdes juga melayani beras secara ngecer per kilonya.
“Kami beli gabah dari petani langsung, biasanya merk bramo atau serang. Bumdes punya selepan sendiri yang berkeliling,” ungkapnya. Saat ini beras yang dijual masih belum memiliki merk. Wuri mengatakan nantinya Bumdes akan memberi merk dagang di setiap kemasannya.
Editor : rekian