KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Sebet, Kecamatan Plemahan memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bernama Mekar. Bumdes ini sudah beroperasi sejak 2018 lalu. Gedung Bumdes telah rampung dibangun dan terletak di belakang Kantor Kepala Desa.
Di awal beroperasi, Bumdes Mekar menjalankan usaha penjualan alat tulis kantor (ATK), jasa tarik tunai dan transfer bank. Hingga di tahun 2025 ini Bumdes memperlebar usaha ke bidang peternakan. Yaitu mengelola peternakan kambing troli. Alasan memilik beternak kambing karena sebagian besar warganya adalah peternak dan petani.
“Baru dua minggu yang lalu kambing didatangkan. Jumlahnya ada sekitar 40-an ekor kambing. Jika memilih sapi bagi bumdes terlalu berat,” ungkap Kaur Keuangan Desa Sebet Ahmad Jaelani.
Tak hanya itu, jenis kambing troli dipilih karena pemasarannya dinilai lebih mudah. Serta lebih cepat gemuk dibandingkan jenis kambing lain. Selain itu untuk keperluan breeding bisa beranak lebih dari dua sekali kehamilan.
Kandang untuk menjalankan peternakan kambing dibangun di atas tanah kas desa dengan masing-masing seluas 15x8 meter. Model kandang dibuat bertingkat agar kambing tetap bersih. Juga terhindar dari penyakit karena tidak berbaur dengan kotorannya. Kotoran yang jatuh ke bawah dimanfaatkan kembali oleh petani menjadi pupuk organik.
Jenis usaha yang dijalankan Bumdes Mekar adalah kambing penggemukan. Bumdes membeli bibit kambing dari peternak di Desa Banjarejo. Proses penggemukan dilakukan selama 3 bulan. Jika kambing sudah mencapai bobot 14 kg dapat dikeluarkan untuk dijual.
“Yang mengelola dari anggota Bumdes itu 5-6 orang, mulai dari membersihkan kandang, pemberian makan minum, dan pengecekan secara berkala,” jelasnya.
Pakan kambing yang diberikan berupa pakan kering hasil fermentasi serta rumput segar. Jaelani mengatakan bahwa pemberian pakan harus seimbang. Antara pakan kering dan hijau agar pertumbuhan kambing menjadi optimal.
Kambing akan dipasarkan ke berbagai kota seperti Malang dan Magetan. Nantinya keuntungan dari peternakan akan dibagi untuk membayar pekerja, biaya perawatan, laba bumdes, dan pendapatan asli desa.
Editor : rekian