Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bumdes Sukomulyo Desa Nanggungan Kediri Pilih Kelola Peternakan Domba, Ini Alasannya

Diana Yunita Sari • Rabu, 15 Oktober 2025 | 06:30 WIB
Warga mitra Bumdes memberi makan domba di kandang baru (Diana Yunita Sari)
Warga mitra Bumdes memberi makan domba di kandang baru (Diana Yunita Sari)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Bumdes Sukomulyo asal Desa Nanggungan sudah berdiri sejak tahun 2016 silam.

Di awal operasional, Bumdes menjalankan beberapa lini usaha seperti pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), penjualan takjil di bulan puasa, hingga sewa kios pertokoan.

Di tahun 2025, Bumdes Sukomulyo tengah fokus pada usaha di bidang peternakan. Harapannya dapat mendukung program ketahanan pangan.

Bumdes menjalankan dua jenis peternakan yaitu peternakan domba pembesaran dan ayam pedaging.

“Usaha peternakan kambing dipilih karena anggota Bumdes pernah mengikuti pelatihan budidaya kambing dan domba,” ucap Ketua Bumdes Sukomulyo Nurhidayah. 

Dalam menjalankan usaha peternakan, Bumdes bekerja sama dengan warga setempat untuk lokasi pembangunan kandang.

Saat ini, jumlah kandang yang dibangun masih satu unit dengan kapasitas 20 domba. Tujuan Bumdes tidak membangun pribadi kandang untuk peternakan adalah untuk memberdayakan warga desa. 

Nantinya jika satu unit peternakan sudah berhasil, Bumdes akan bekerja sama dengan warga lain untuk membuat peternakan serupa. 

“Saat ini kandang hanya dibangun di satu tempat di tanah milik warga, sebagai bentuk kerja sama, Bumdes yang menyediakan kandang dan bibit domba, warga sebagai tenaga yang merawat,” lanjutnya. 

Warga yang diajak kerja sama adalah warga yang memang punya pengalaman sebagai peternak. Selain itu bagi ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan.

Untuk memudahkan perawatan, pakan yang diberikan untuk domba adalah pakan fermentasi. Jadi warga tidak perlu mencarikan rumput setiap hari.

Kandang domba dibuat secara bertingkat. Sehingga membuat domba tetap bersih dan jauh dari penyakit karena tidak bersinggungan langsung dengan kotorannya.

Kotoran yang jatuh ke bawah tersebut akan diolah untuk dijadikan kompos atau pupuk organik pertanian.

“Kita lihat dulu kedepannya, untungnya berapa, jika berhasil akan buat di tempat lain juga,” tandas Nurhidayah. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #kediri #umkm #bumdes #usaha bumdes #kayenkidul #peternakan domba