Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Nanggungan Kediri Rutin Berikan Bantuan Alat untuk Usaha Warga

Diana Yunita Sari • Rabu, 15 Oktober 2025 | 06:28 WIB
Sri Wahyuni menunjukkan produk tas olahan miliknya (Diana Yunita Sari)
Sri Wahyuni menunjukkan produk tas olahan miliknya (Diana Yunita Sari)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Nanggungan sudah lama dikenal karena banyak warganya yang menjadu pelaku UMKM.

Mulai dari katering, konveksi, hingga kerajinan tangan. Hal tersebut tak luput dari peran pemdes dalam memberikan pelatihan-pelatihan serta bantuan alat usaha untuk menunjang usaha warga.  

Program pemberdayaan masyarakat ini pada awalnya untuk membantu seorang pelaku usaha olahan ampok atau nasi jagung halus di tahun 2018. Desa memberikan bantuan berupa alat pengering ampok. 

“Awalnya ya pemdes membantu salah satu pelaku usaha, karena kita melihat ada potensinya. Kalau musim hujan kan gak bisa kering. Alat itu juga bisa digunakan untuk mengeringkan padi, jagung, dan lainnya,” ucap Sekretaris Desa Nanggungan Fitra Sandy Antala.

Tak hanya untuk satu pelaku usaha. Pemdes juga membantu belasan pelaku usaha lainnya yang membutuhkan bantuan. Bantuan diberikan dalam bentuk alat dan bahan baku.

Hingga kemudian di tahun 2020, Desa Nanggungan berhasil dinobatkan menjadi pemenang kategori Inovasi UMKM dalam program Anugerah Desa. 

Dalam ajang tersebut, Desa Nanggungan mendapatkan dana sebesar Rp 200 juta. Yang kemudian oleh pemdes digunakan untuk mendanai UMKM warga desa dengan dibelikan berbagai bahan baku dan alat usaha.

“Uangnya kami belikan berbagai alat seperti freezer, alat press minyak kelapa, mixer, bedekan, pengaduk pupuk, dan lain-lain untuk membantu para pelaku usaha,” tutur Fitra. 

Dia mengatakan dalam program tersebut pemdes tidak mengambil keuntungan dalam usaha yang dijalankan warga. Pemberian alat dan bahan baku murni untuk membantu sekaligus memberdayakan masyarakat. 

Tak hanya bantuan alat, pemdes juga rutin memberikan pelatihan kepada warga dengan menggandeng pihak Balai Pelatihan Kerja (BLK).

Pelatihan diberikan mayoritas kepada ibu rumah tangga atau pemuda-pemuda yang belum memiliki pekerjaan.

Salah satu warga yang berhasil mengembangkan usahanya setelah mengikuti pelatihan adalah Sri Wahyuni, warga Dusun Genukwatu.

Sri awalnya hanya ibu rumah tangga biasa. Saat ini ia memiliki usaha tas anyaman tali strapping yang laku hingga 500 buah setiap bulannya. 

“Awalnya ikut BLK dari desa, kemudian mulai menjalankan usaha sendiri, karyawan ada 13 orang. Kami membuat tas untuk souvenir, atau pesanan juga bisa,” ungkap Sri saat ditemui di rumahnya. 

Hingga kini, jumlah pelaku usaha yang telah diberikan bantuan alat dan bahan baku adalah sekitar 20-25 orang.

Fitra berharap adanya program tersebut dapat menjadikan Desa Nanggungan menjadi desa penghasil UMKM yang dikenal masyarakat luas.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #bantuan UMKM #kediri #umkm #Pemdes #pemberdayaan warga #pemberdayaan warga desa