KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Langenharjo memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang telah berdiri sejak tahun 2016. Namanya Langen Makmur Abadi.
Dari awal berdiri hingga saat ini, Bumdes tersebut menjalankan beragam lini usaha. Di bidang keuangan, ada Badan Kredit Desa (BKD).
Sementara untuk sektor perdagangan, Bumdes mengelola pertokoan sembako dan ATK. Lalu perkebunan tebu untuk mendukung ketahanan pangan.
Perkebunan tebu ditanam di tanah kas desa seluas dua hektare. Keputusan memilih tebu telah melalui pertimbangan matang, yaitu tebu dipilih karena kondisi tanah di daerah tersebut sangat cocok.
"Dulu juga musyawarah, ada berbagai usulan mulai dari cabe, sayur, dan lain-lain. Ternyata tebu yang paling minim risiko," ucap Sekretaris Desa Langenharjo Teguh Wicaksono
Baca Juga: Bumdes Sumber Jaya Abadi Wonokerto Kediri Kembangkan Peternakan Ayam Joper
Menurut Teguh, tebu tidak memerlukan perawatan yang sulit dan minim biaya. Selain itu, tebu juga dinilai tidak rentan terhadap hama seperti kumbang atau embug. Faktor ini sangat menunjang kelancaran usaha.
Struktur organisasi Bumdes Langen Makmur Abadi terdiri atas 3 pengurus inti. Berisi perwakilan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Karang Taruna, dan tokoh masyarakat.
Untuk penanaman dan perawatan lahan tebu, kegiatan tersebut dikelola oleh sub pertanian dan menggunakan pekerja sewa dari petani setempat, yang sekaligus memberdayakan warga desa.
"Saat ini tebu harganya stabil, bisa murah, mahal, tapi jarang rugi," jelasnya. Hasil panen nantinya akan dijual tua ke pabrik-pabrik gula.
Saat ini, tebu yang telah ditanam sejak bulan Juni lalu sudah berumur 4 bulan. Masa panen tebu sendiri diperkirakan antara 10 hingga 12 bulan.
Baca Juga: Bumdes Bogo Maju Sejahtera Miliki Empat Lini Usaha Kreatif, Berikut Daftarnya
Teguh juga menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini relatif ringan. Sebab saluran irigasi lancar dan hama juga jarang.
Selain mengelola perkebunan tebu, Bumdes Langen Makmur Abadi juga berperan dalam pembangunan infrastruktur.
Mereka melakukan pembangunan saluran irigasi dan perbaikan jalan usaha tani yang vital. Mencakup hingga 10 hektar lahan pertanian di desa tersebut.
Hal ini membuktikan peran ganda BUMDes sebagai penggerak ekonomi sekaligus pemelihara infrastruktur desa.
Editor : Andhika Attar Anindita