Bus dari arah Surabaya hendak ke Tulungagung lebih banyak bablas dan tidak lagi berhenti di terminal. Seperti yang disampaikan Japaruddin, pedagang Soto yang buka lapak di Terminal Tamanan. Semenjak adanya pengalihan jalur bus pembeli soto di tempatnya menjadi sepi.
“Turunnya sampai 30 persen,” ucap Japar kepada Wartawan Jawa Pos Radar Kediri. Padahal, sebelum adanya pengalihan arus omzetnya bisa sampai mencapai Rp 700 ribu per hari. Sekarang, dia merasa kesulitan mendapatkan omzet Rp 300 ribu.
Rata-rata konsumennya adalah pembeli dari luar kota yang berhenti dari Terminal Tamanan di Kecamatan Mojoroto.
Pengalaman serupa juga dirasakan Efi, 38, perempuan yang membuka warung makan di seberang pangkalan ojek Terminal Baru. Efi mengalami penurunan omzet harian. Hal itu disebabkan beberapa tukang ojek harus berpindah lokasi ke daerah yang potensial penumpang. “Omzet turun, ojek yang pada pindah, yang beli berkurang,” tuturnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian