Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bumdes Sumber Jaya Abadi Wonokerto Kediri Kembangkan Peternakan Ayam Joper

Diana Yunita Sari • Selasa, 7 Oktober 2025 | 04:55 WIB
Anggota Bumdes memeriksa kandang untuk peternakan ayam joper (Diana Yunita Sari)
Anggota Bumdes memeriksa kandang untuk peternakan ayam joper (Diana Yunita Sari)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Bumdes Sumber Jaya Abadi memiliki lima lini usaha. Yaitu Badan Kredit Desa (BKD), perdagangan kedelai, persewaan kios usaha, pemasangan wifi, dan yang terbaru adalah peternakan ayam jantan jowo super (joper).

Peternakan ayam joper dipilih karena beberapa alasan. Yaitu perawatannya lebih mudah serta memiliki permintaan yang besar dari restoran-restoran.

“Ayam joper itu ramai permintaan. Di Jatim sendiri penghasil ayam joper hanya di 3 kabupaten, yaitu Kediri, Jombang, dan Nganjuk,” ucap Ketua Bumdes Sumber Jaya Abadi Afadin Munif.

Bumdes sendiri berencana untuk membudidayakan 10 ribu ekor ayam joper khusus jantan. Untuk mendukung hal tersebut, Bumdes menjalin kemitraan dengan PT Pokphand.

Bibit, pakan, hingga penjualan akan diatur oleh mitra. Sedangkan Bumdes berperan dalam penyediaan kandang dan perawatan ayam hingga panen.

Untuk saat ini, kandang untuk peternakan sudah jadi sekitar 90 persen. Kandang dibangun di atas tanah kas desa seluas 150 ru.

Kandang berukuran 50 x 8 meter itu akan difungsikan di bagian atas dan bawah. Masing-masing dengan kapasitas lima ribu ekor.

“Kami hanya menyediakan kandang dan orang yang merawat, selain itu juga didampingi oleh tenaga ahli dari pihak mitra,” lanjutnya.

Peternakan ayam joper berada di Dusun Jambean, dan saat ini hanya tinggal pemasangan tempat makan, minum, serta listrik.

Munif mengatakan pengisian bibit ayam akan dilakukan pada pertengahan Oktober oleh pihak mitra.

 

Ayam joper dapat dipanen di usia 70 hari. Pengisian bibit di bulan Oktober bertujuan agar panen bisa dilakukan menjelang momen Tahun Baru, di mana permintaan ayam joper sedang ramai-ramainya.

Harga ayam per kilonya juga lebih mahal dibandingkan ayam potong biasa, yaitu mencapai Rp 20 ribu.

“Ayamnya memang lebih kecil dibandingkan ayam potong, tapi memang banyak juga peminatnya. Nantinya juga akan dikirim ke daerah-daerah lain,” ungkap Munif.

Jarak kandang dengan pemukiman warga cukup jauh. Yaitu sekitar 500 meter. Meskipun demikian, pihak Bumdes sebelum mulai pembangunan kandang telah mengundang warga yang berpotensi terdampak.

Munif mengatakan bahwa ayam joper tidak menimbulkan bau karena kotoran yang dihasilkan cenderung kering. Sehingga tidak mengundang lalat di sekitar pemukiman warga.

“Kami undang warga sekitar, kami beri pengertian bahwa ayam joper itu gak seperti ayam potong, sehingga diperkirakan tidak akan menimbulkan bau atau lalat ke rumah warga,” pungkasnya

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #Plemahan kediri #bumdes #peternakan ayam #usaha bumdes #plemahan #desa wonokerto