Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Desa Manyaran Kediri Ini Geluti Usaha Pembuatan Stik Tahu, Begini Kisahnya

Diana Yunita Sari • Kamis, 2 Oktober 2025 | 05:37 WIB
Suryanti menunjukkan produk jualannya (Diana Yunita Sari)
Suryanti menunjukkan produk jualannya (Diana Yunita Sari)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Manyaran memiliki berbagai sentra usaha yang digeluti warganya. Tak hanya dikenal sebagai rumah produksi genteng.

Di sana juga terdapat UMKM olahan stik tahu yang banyak terjual di pusat oleh-oleh hingga luar kota. Salah satunya digeluti oleh Suryanti, 37, warga Dusun Manyarejo.

Usaha Stik Tahu Suryanti bernama Aqia dengan nama usahanya yaitu Dua Putri. Dia memulai usahanya sejak tahun 2020.

Berawal dari sang suami yang bekerja di pabrik olahan tahu. Karena pabrik sepi saat pandemi, Suryanti dan suaminya mencoba membuka bisnis sendiri.

“Awal buat ya cuma ukuran kecil kemudian dititipkan di warung-warung dengan harga Rp 800 perak satu bijinya,” ujar Suryanti.

Menitipkan jualannya dari warung ke warung dilakukan dengan telaten. Hingga tiga tahun kemudian, Suryanti mencoba menjual dengan ukuran besar. Kemudian dia jual ke pusat oleh-oleh di Kota Kediri, Pare, hingga Nganjuk.

Setiap hari, Suryanti bisa mengolah 600-800 biji tahu mentah. Bahan baku tahu juga tidak sembarangan.

ĶKarena untuk stik dibutuhkan tahu yang lebih padat dan kadar air sedikit. Oleh karena itu, ia memesan sendiri tahu dari temannya yang produksi tahu mentah.

“Kalau pakai tahu biasa dia susah sekali kering dan akan memakan waktu lama,” jelasnya. Proses produksi meliputi pemotongan, pengeringan, dan penggorengan.

Tahu mentah diubah menjadi krecek memakan waktu hingga 3 hari di cuaca cerah. Untuk antisipasi, ia juga memakai oven agar pengeringan lebih cepat.

Saat ini dalam menjalankan usahanya, Suryanti hanya dibantu oleh sang suami yang berperan mengantar stik tahu ke pemesan.

Lalu, dua orang pegawainya dalam proses penggorengan. Di momen menjelang idul fitri, dia dapat memproduksi sampai 1000 tahu per hari.

kemasan besar 100 gram. Ddibanderol dengan harga Rp 8 ribu per bungkus. Selain ukuran 100 gram, Suryanti juga melayani pemesan yang menginginkan ukuran lain.

Suryanti mengatakan tantangan terbesar selama ia menjalani usaha adalah faktor cuaca, karena tahu menjadi stik perlu pengeringan maksimal, jika hujan terus turun maka pengeringan akan semakin lama.

“Kalau musim hujan pakai oven gas, dan itu boros sekali,” lanjutnya. Meskipun begitu, Suryanti tidak pernah membuat stok berlimpah saat musim kemarau. Karena mempertahankan kualitas stik tahu yang dia buat.

Editor : Andhika Attar Anindita
#oleh oleh #kabupaten kediri #stik tahu #umkm #olahan tahu