Di Desa Nambaan terdapat banyak UMKM unik. Salah satunya adalah usaha keripik kulit ikan patin ‘IKIAE’ milik Reza Rizky Prasetyo, 36. Usaha ini dimulai Reza sejak tahun 2021 dan mulai dikenal luas pada tahun 2023.
Awalnya, Reza mendapat tawaran dari seorang teman yang bekerja di pabrik fillet ikan untuk membeli kulit ikan patin sisa produksi. Ia pun membeli 10 kg kulit ikan sebagai bahan percobaan.
Bermodalkan tutorial dari YouTube dan TikTok, Reza mencoba mengolah sendiri kulit ikan patin menjadi keripik. Lalu menjualnya kepada teman-temannya.
“Belajar dari YouTube cara pengolahan dan untungnya langsung bisa. Saya kasih ke teman-teman testernya dan banyak yang suka serta mau beli,” ungkapnya.
Reza membangun usahanya secara bertahap. Pada tahun pertama, ia hanya berani mengolah puluhan kilogram kulit patin. Kemudian, pada pertengahan 2022, ia mulai menjual produknya dalam bentuk setengah jadi.
Pesanan terus meningkat. Hingga kini ia bisa mengolah 500-700 kg kulit ikan patin dalam seminggu atau lebih dari 2 ton sebulan.
Namun, setelah digoreng, jumlah ini menyusut hingga 60 persen. “Menyusut banyak. Misalnya, satu kg bahan mentah dalam keadaan beku, nanti setelah jadi keripik cuma 400 gram,” jelasnya.
Keripik kulit patin milik Reza dipasarkan ke berbagai daerah. Seperti Bali, Lombok, Solo, Tangerang, dan Jakarta.
Bahkan, produknya juga diminati oleh WNI di luar negeri, seperti di Qatar dan Taiwan. Sebagian besar pembeli tersebut adalah reseller yang menjual kembali produknya.
Untuk promosi, Reza memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan TikTok. Pengiriman produknya dilakukan melalui jasa kargo bus atau ekspedisi lain.
Bahan baku kulit ikan didapatkan dari beberapa pabrik di Tulungagung, Sidoarjo, dan Surabaya.
Tingginya permintaan membuatnya harus mendatangkan bahan baku dari lebih dari satu tempat.
“Kalau cuma beli dari satu pabrik ya gak cukup, apalagi sekarang bahan baku semakin mahal karena mulai banyak yang usaha serupa,” terangnya.
Selain harga bahan baku yang mahal, tantangan terbesar lainnya adalah kualitas kulit ikan yang tidak konsisten.
Karena merupakan produk sisa produksi, tingkat ketebalan atau lebarnya tidak selalu seragam. Padahal pelanggan sering meminta hasil yang bagus.
Ke depannya, Reza berencana akan memproduksi keripik dari jenis ikan lain seperti kerapu dan tuna. Keripik ikan patin Reza dijual dengan harga bervariasi.
Untuk aluman, harga ecerannya Rp 90 ribu per kg dan harga grosir Rp 75 ribu. Sementara itu, keripik matang dijual dengan harga eceran Rp 75 ribu per 500 gram dan harga grosir Rp 55 ribu.
Editor : Andhika Attar Anindita