Pemdes Sitimerto tengah merencanakan pendirian Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Rencananya badan usaha tersebut akan beroperasi tahun ini.
Jenis usaha yang akan dijalankan adalah peternakan domba. Terutama untuk penggemukan. Domba dipilih karena di sana banyak yang menggeluti peternakan tersebut.
Badan usaha tersebut diberi nama Lemah Gajah. Itu diambil dari filosofi nama Desa Sitimerto itu sendiri.
“Kebetulan saya juga peternak. Untuk awal, dana usaha rencananya akan dipakai untuk membeli bibit domba. Kandang sudah saya sediakan karena masih ada yang kosong,” ucap Kepala Desa Sitimerto Aditya Dimas Saputra.
Untuk permulaan akan dibeli sebanyak 20 ekor bibit domba berumur 3-5 bulan. Lalu, akan ditambah secara bertahap setiap bulannya. Sehingga terjadi perputaran hingga masa panen.
Kandang milik Adit sendiri memiliki kapasitas besar. Saat ini, kandang tersebut sudah terisi 50 domba miliknya.
Kemudian akan ditambah 20 ekor milik bumdes. Kandangnya dari kayu dan dipetak-petak. Satu petak berukuran 1x2 meter.
Bisa memuat sampai delapan ekor domba. “Nanti jika sudah mendapat keuntungan, bisa dibuatkan kandang sendiri,” terangnya.
Bibit domba didatangkan dari beberapa daerah. Seperti Blitar dan Tulungagung, yang sudah menjadi langganan Adit.
Nantinya, Bumdes Lemah Gajah tidak hanya akan fokus pada domba penggemukan saja. Melainkan juga domba peranakan alias breeding.
Bibit domba sudah bisa dipanen dan dijual pada usia delapan bulan. Pembeli mayoritas adalah pemasok daging domba yang kemudian akan dikirimkan ke restoran-restoran. Menurut Adit, saat ini harga daging domba relatif stabil di kisaran Rp 65 ribu per kilogram.
“Dibandingkan kambing lain seperti etawa, domba memiliki pasar yang lebih luas dan dagingnya selalu dicari. Jadi lebih stabil untuk usaha,” terangnya.
Pakan yang diberikan adalah konsentrat yang dibeli dari Blitar. Selain konsentrat, selepan janggel (tongkol jagung) dan rumput gajah juga sering diberikan.
BUMDes juga berencana membuat pakan sendiri setelah peternakan beroperasi nanti. Untuk menjaga kebersihan dan mengantisipasi penyakit, kandang dibuat tinggi.
Sehingga kotoran domba bisa langsung jatuh ke bawah. Membuat domba tetap bersih dan terhindar dari penyakit.
“Kotoran yang jatuh itu banyak dipesan juga, biasanya untuk pupuk,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita