KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Wonocatur terdapat seorang pengrajin ukiran kayu. Produknya bermacam-macam.
Seperti sangkar burung, figura lukisan, warangka, dan segala jenis ukiran barang antik lainnya. Usaha tersebut digeluti oleh Sujoko.
Joko memulai usahanya sudah lama. Sekitar tahun 2000-an. Awalnya, dia adalah seorang pelukis. Dia kerap melukis di studio foto, melukis relief di tembok, dan lain sebagainya.
Ingin mencoba hal baru, Joko beralih membuat kerajinan ukiran dari kayu. Dimulai dengan bisnis ukir kurungan burung. Joko juga sempat bekerja di toko barang antik sebagai juru ukir.
“Dulu saya sekolah arsitek dan kebetulan bisa melukis juga, setelah lama melukis terus coba beralih ke seni kayu,” ucapnya.
Kayu yang digunakan beragam. Mulai dari kayu jati, kayu asem, hingga setigi. Tergantung barang yang hendak dibuat.
Untuk saat ini barang yang sering dipesan adalah sangkar burung. Sangkar burung yang dibuat Joko berupa polosan atau belum ada pengecatan.
Dalam sebulan Joko bisa menerima sekitar 20-30 pesanan sangkar burung. Pemesan berasal dari toko sangkar, komunitas pecinta barang antik, dan lain sebagainya.
Sangkar tersebut dia jual dengan harga Rp 150 ribu – Rp 200 ribu per bijinya. Tak hanya sangkar burung, Joko juga sering menerima pesanan barang lain yang berbau ukiran dan barang antik.
“Sering dapat pesanan barongan, tempat sajen, tutup keris, sampai figura untuk lukisan ratusan juta,” jelasnya.
Semua pesanan tersebut dikerjakan manual oleh Joko dengan alat dan mesin sederhana yang ada di rumahnya.
Editor : Andhika Attar Anindita