KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Jagung terdapat seorang seniman pembuat barongan untuk kesenian jaranan.
Usaha tersebut digeluti oleh seorang pemuda bernama Rizqi Buana Putra, 26. Dia sudah memulai usaha tersebut sejak tahun 2017.
Rizqi tertarik membuat barongan sejak duduk di bangku SMK. Saat itu dia ikut salah satu temannya yang juga pembuat barongan.
Di sana dia ikut membantu sekaligus belajar. Hingga akhirnya memberanikan diri membuka usaha sendiri.
“Awalnya ya bantu teman terus udah bisa baru buat sendiri,” ucap Rizqi saat ditemui di rumahnya.
Namun untuk saat ini Rizqi hanya membuat pesanan jamang atau mahkota yang ada di barongan.
Kepala barongan dibuat oleh temannya yang nantinya akan disatukan jika sudah selesai. Dia membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Mulai dari proses pembuatan pola, pahat, dan pengecatan.
Bahan jamang buatannya juga bervariasi. Ada yang dari kulit sapi dan plastik. Harganya tentu berbeda.
Jamang yang terbuat dari kulit sapi lebih mahal. Karena akan lebih awet dan tidak hancur saat dipahat.
Kulit sapi dia beli dari Kecamatan Plemahan. Bahan kulit khusus untuk membuat jamang itu harganya sekitar Rp 250 ribu. Setelah jadi, dia menjualnya mulai dari Rp 850 ribu.
Untuk mengecat jamang dan kepala barong, Rizqi menggunakan cat minyak. Kayu yang digunakan biasanya adalah kayu mahoni untuk barongan ukuran anak-anak.
Sedangkan untuk barongan dewasa dia menggunakan kayu waru. Barongan utuh buatannya dibanderol dengan harga mulai dari Rp 3,5 juta.
Pemesannya berasal dari Kediri hingga Kalimantan. Kebanyakan untuk keperluan sanggar tari atau koleksi pribadi.
Dalam menjalankan usaha, Rizqi memanfaatkan media sosial Instagram dan Tiktok untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Editor : Andhika Attar Anindita