Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Alpukat Kelud, Komoditas Unggulan Desa Jambu Kediri Jadi Daya Tarik Utama Wisatawan

Diana Yunita Sari • Rabu, 10 September 2025 | 00:15 WIB
Alpukat Kelud di Desa Jambu Kediri.
Alpukat Kelud di Desa Jambu Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Jambu telah lama dikenal sebagai pusat agrowisata unggulan di Kabupaten Kediri.

Sejak dikukuhkan sebagai Desa Agrowisata oleh Gubernur Jawa Timur pada 2019, desa ini menjadikan Alpukat Kelud sebagai komoditas andalannya.

Alpukat ini bukan hanya menjadi magnet bagi wisatawan, tetapi juga menembus pasar internasional.

Alpukat Kelud merupakan varietas lokal unggulan yang memiliki ciri khas unik. Buahnya berbentuk lonjong dengan ukuran jumbo.

Dagingnya tebal berwarna kuning. Bertekstur lembut. Rasanya gurih dan pulen. Alpukat ini awalnya berasal dari Subang, Jawa Barat. Tetapi berhasil dibudidayakan di Kediri.

Untuk memberikan identitas wilayah, Agus kemudian memberi nama alpukat ini Alpukat Kelud. Sesuai dengan ikon gunung yang ada di Kediri.

“Saya beri nama Alpukat Kelud untuk menjadi ikon desa” ungkap Kepala Desa Jambu Agus Joko Susilo.

Di Desa Jambu sendiri, lebih dari 700 hektare lahan ditanami alpukat. Sebagian besar lahan difungsikan sebagai tempat wisata.

Sebagian lainnya ditanam secara pribadi oleh warga. Desa ini menawarkan pengalaman wisata yang menarik bagi pengunjung.

Seperti Tabulampot, area khusus yang memungkinkan pengunjung melihat kebun alpukat dan membeli bibit untuk dibawa pulang. Selain itu, pengunjung juga bisa merasakan sensasi wisata petik buah.

“Ada Tabulampot di sana pengunjung bisa petik buah, dan mempelajari cara menanam alpukat” ungkapnya

Daya tarik Desa Jambu bukan hanya terletak pada alpukat. Tetapi juga tanaman buah lain seperti kelengkeng.

Agus mengatakan bahwa jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai lebih dari 100 orang setiap harinya. Pada akhir pekan, jumlah ini bisa melonjak hingga 700 orang.

Tak hanya melayani pengunjung lokal, bibit Alpukat Kelud juga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia melalui toko online.

"Penjualan bibit kami menjangkau seluruh Indonesia, ke Sumatera, Kalimantan, bahkan sampai ke luar negeri seperti Malaysia," ungkap Agus.

Agus menambahkan, keunggulan bibit Alpukat Kelud dibandingkan jenis lain adalah buahnya yang berukuran besar dan bisa masak di pohon.

Penjualan bibit pun sangat menjanjikan, dengan angka 15 ribu hingga 20 ribu bibit sudah terjual. Bibit-bibit tersebut dikirim ke seluruh Indonesia menggunakan jasa pengiriman.

Dengan potensi yang besar, Agus memilih agrowisata karena pangsa pasarnya luas dan sesuai dengan kearifan lokal Desa Jambu.

Ia sadar, desa ini tidak memiliki gunung atau sungai yang bisa dijadikan potensi wisata. Sehingga agrowisata menjadi pilihan yang tepat untuk membangun perekonomian desa. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #alpukat #wisatawan #desa jambu #kelud