Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kotoran Kambing sebagai Alternatif Pupuk Organik Ramah Lingkungan

Internship Radar Kediri • Rabu, 10 September 2025 | 23:30 WIB
pupuk kandang alami
pupuk kandang alami

JP RADAR KEDIRI - Di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak negatif penggunaan pupuk kimia, kebutuhan akan alternatif pupuk yang ramah lingkungan menjadi semakin penting. Salah satu sumber yang sering terabaikan namun memiliki potensi besar adalah kotoran kambing. Limbah peternakan ini ternyata mengandung sejumlah unsur hara esensial, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman.

Penggunaan kotoran kambing sebagai pupuk organik tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan mengolah kotoran kambing menjadi pupuk, peternak sekaligus dapat mengurangi limbah dan menambah nilai ekonomi dari usaha mereka.

Karakteristik dan Potensi Pupuk Organik

Pupuk organik dapat dibuat dari beragam bahan, salah satunya kotoran hewan ternak kambing. Setiap jenis kotoran memiliki kandungan hara yang berbeda, tergantung faktor seperti umur hewan, jumlah, dan jenis makanannya.

Kotoran kambing dikenal memiliki tekstur yang lebih kering dibandingkan kotoran sapi, sehingga relatif lebih mudah diolah menjadi pupuk kompos. Di dalamnya terkandung asam-asam humat, hormon tumbuh, dan zat organik lain yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Hal ini membuat kotoran kambing berfungsi ganda, yakni sebagai sumber hara sekaligus sebagai pembenah tanah.

Jika dibandingkan dengan pupuk anorganik, kandungan unsur hara pupuk kandang memang lebih rendah. Oleh karena itu, dosis yang dibutuhkan biasanya lebih banyak. Namun, keuntungan jangka panjang dari pupuk organik jauh lebih besar karena dapat meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan, mengurangi pencemaran lingkungan, serta menjaga ekosistem mikroorganisme tanah.

Tantangan dan Permasalahan

Meski memiliki banyak keunggulan, pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik masih menghadapi beberapa kendala. Tantangan utama terletak pada proses pengolahan dan aplikasi di lapangan. Banyak peternak belum memiliki pengetahuan memadai tentang cara mengomposkan kotoran agar benar-benar matang dan aman bagi tanaman. Kotoran kambing yang digunakan langsung tanpa pengolahan berpotensi membawa bibit penyakit, menimbulkan bau tidak sedap, serta menghasilkan panas berlebih yang justru merusak tanaman.

Selain itu, penggunaan pupuk organik dalam jumlah berlebihan atau dengan cara yang salah juga dapat berdampak negatif. Misalnya, pencemaran tanah akibat akumulasi senyawa tertentu, gangguan aktivitas mikroorganisme, hingga kontribusi terhadap emisi gas rumah kaca seperti nitrogen oksida (N₂O). Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan bagi peternak tentang teknik pengolahan kotoran kambing sangat penting untuk memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan risiko.

pembuatan pupuk organik

Bahan:

-Obat Tetes Pertanian
-M4
-Sekam
-Kotoran Kambing
-Plastik
-Solar

Alat : 

-Mesin Penggiling 
-Sekop
-Siler
-Terpal (bekas)

Metode pembuatan 

1. Memindahkan kotoran kambing dari kandang ke tempat fermentasi.
2. Mencampurkan sekam padi dengan kotoran kambing hingga merata.
3. Menyiapkan cairan M4 dan obat tetes (terbuat dari gula aren) serta dicampurkan dengan air 15 liter (tergantung dengan banyaknya kotoran kambing) lalu menunggu fermentasi selama 15 menit.
4. Setelah menunggu 15 menit cairan tersebut dituangkan secara merata ke segala sisi lalu diaduk secara merata.
5. Setelah proses tersebut selesai selanjutnya menutup bagian di atas dengan terpal secara menyeluruh agar tidak ada celah.
6. Kemudian menunggu selama proses fermentasi 2 minggu sampai 1 bulan (masa fermentasi tergantung dengan cuaca).
7. Jika selama proses fermentasi telah selesai maka proses selanjutnya yaitu penggilingan.
8. Jika telah melalui proses penggilingan, maka langkah selanjutnya memasukkan kedalam plastik 5 kg.
9. Setelah pupuk dikemas ke dalam plastik disiler menggunakan alat kompres sehingga dapat menutupi bagian plastik.
10. Pemasaran produk usaha pupuk kami melalui platfrom online (Whatsapp).

Manfaat Kotoran Kambing sebagai Pupuk Organik

Pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik membawa dua manfaat besar. Pertama, secara agronomis, ia mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mendukung kehidupan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman. Kedua, secara ekonomi dan lingkungan, penggunaan pupuk organik dari kotoran kambing mengurangi limbah ternak yang biasanya menumpuk, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya cenderung mahal.

Selain itu, pupuk organik memiliki kandungan bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Menurut Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/SR.140/10/2011, pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa tumbuhan, kotoran hewan, dan/atau limbah organik lain yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk ini bisa berbentuk padat maupun cair, dan dapat diperkaya dengan mineral serta mikroba tertentu untuk meningkatkan kualitasnya.

 

Penulis : Azka Najhan Mahasiswa Magang UNiversitas Trunojoyo Madura

 

Editor : Jauhar Yohanis
#ide usaha #umkm #pembelajaran #pupuk organik