Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bakso Bangi Pak Rombani di Desa Kayenlor Kediri Ini Telah Berdiri selama 45 Tahun

Diana Yunita Sari • Rabu, 3 September 2025 | 03:00 WIB
Bakso legendaris di Desa Kayenlor, Kediri.
Bakso legendaris di Desa Kayenlor, Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Kayenlor, Kecamatan Plemahan terdapat sebuah warung bakso legendaris yang sudah berdiri sejak 45 tahun silam. Warung ini dikenal dengan nama Bakso Bangi milik Rombani.

Sukarmi, istri Rombani, menceritakan bahwa usaha bakso tersebut dimulai sejak tahun 1980.

Awalnya, mereka berjualan dengan gerobak keliling di sekitar Desa Kayen Lor, Padangan, dan Bangi.

Setelah lima tahun berkeliling, keduanya memutuskan membuka lapak di pinggir jalan raya. “Pak Rombani capek bekerja di sawah, lalu coba jual bakso. Awalnya keliling, terus buka lapak di jalan raya. Pindah-pindah sampai lima kali,” kenang Sukarmi saat ditemui di warungnya.

Lapak bakso di pinggir jalan kala itu selalu ramai. Antrean pembeli berjubel hingga membuat sisi jalan penuh kendaraan.

Namun, karena lahan terbatas dan kondisi rawan kecelakaan, akhirnya Rombani disarankan warga untuk membuka warung di rumahnya sendiri.

“Ramai sekali, tapi lahannya sempit dan parkir penuh, jadi rawan kecelakaan. Akhirnya kami putuskan buka di rumah saja,” tambahnya.

Sejak tahun 2000, warung Bakso Bangi resmi berdiri di rumah Rombani. Meski lokasinya jauh dari jalan raya, pelanggan tetap berdatangan.

Dalam sehari, Sukarmi bisa menghabiskan 20–25 kilogram adonan daging. Saat hari raya, jumlah itu melonjak hingga satu kuintal. “Sehari bisa habis 20–25 kilo. Kalau hari raya, bisa sampai 1 kuintal,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, Sukarmi bisa menjual sekitar 150 mangkuk bakso per hari dengan omzet Rp 1,5 juta–Rp 2 juta.

Sementara saat Lebaran, penjualan bisa mencapai 700 mangkuk dengan omzet hingga Rp 8 juta dalam sehari.

Rahasia kelezatan Bakso Bangi menurut Sukarmi adalah pada resep asli yang tak pernah berubah sejak pertama kali dibuat pada tahun 1980-an. Inilah yang membuat rasa bakso tetap otentik dan digemari pelanggan hingga kini.

Meski persaingan dengan penjual bakso lain semakin banyak, Rombani dan Sukarmi tetap bersemangat menjalankan usaha di usia senja.

Bahkan, salah satu anaknya sudah membuka cabang di jalan besar. Warung bakso ini tetap mempertahankan harga yang terjangkau, yakni Rp 10 ribu per mangkuk. Selain bakso, tersedia juga es jeruk dan es teh sebagai pelengkap kuliner.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #bakso