Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pria Asal Desa Gampeng Kediri Ini Geluti Usaha Budidaya Ikan Lele, Segini Keuntungannya

Diana Yunita Sari • Senin, 25 Agustus 2025 | 05:10 WIB
Kardiyanto mengecek kolam lelenya.
Kardiyanto mengecek kolam lelenya.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Tak hanya dikenal dengan objek wisata Bendungan Gerak Waru Turi. Desa Gampeng juga memiliki usaha unggulan yang digeluti oleh warganya.

Salah satunya adalah budidaya ikan lele. Sedikitnya ada sekitar 10 orang yang menekuni budidaya tersebut.

Salah satu pembudidaya lele adalah Kardiyanto. Warga RT 01/RW 01 Desa Gampeng itu telah memulai usahanya sejak 2021.

Awalnya hanya satu kolam berkat program bantuan usaha dari salah satu anggota dewan. Kini dia sudah memiliki tujuh kolam lele di belakang rumahnya. “Saat ini fokus pada budidaya lele pembesaran,” ujarnya.

Lele hasil budidaya Kardiyanto dipersiapkan untuk dijual dan dikonsumsi. Bibit lele didatangkan dari Desa Kalibelo dengan ukuran sekitar 7 sentimeter (cm). Harganya Rp 750 ribu per 6 ribu ekor.

Dari bibit hingga masa panen, dia membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Pakan yang digunakan adalah pur khusus lele.

Seharga Rp 370 ribu per 30 kg. Dengan jumlah lele yang ada, pakan tersebut bisa habis dalam waktu kurang dari seminggu.

“Pakannya pur, biasanya pakai merek Sinta, tapi tidak sampai seminggu sudah habis,” katanya santai yang kemudian disusul dengan tawa ringan.

Untuk menghemat biaya, dia juga menggunakan pakan alternatif berupa usus ayam yang dibeli dari pabrik sosis.

Tantangan terbesar dalam budidaya lele menurut Kardiyanto adalah sifat kanibal pada lele dan penumpukan zat amonia.

Untuk mengatasi sifat kanibal, dia memberikan pakan secara merata dan memisahkan lele berdasarkan ukurannya. “Ganti air setiap hari agar tidak ada amonia,” ucapnya.

Meskipun keuntungan belum masif, Kardiyanto mengaku menjadikan usaha ini sebagai sampingan.

“Untungnya sedikit, tapi ya untuk sampingan, daripada menganggur pulang kerja, lumayan,” akunya.

Harga jual lele di pasaran juga cenderung stabil. Yaitu sekitar Rp 22 ribu per kilogram. Tiap satu kilogram bisa berisi 8 hingga 13 ekor lele. Tergantung ukurannya.

Saat ini, Kardiyanto lebih sering menjual lelenya secara eceran di warung, pemancing, dan tetangga.

Dia belum bisa menjual kepada pengepul karena belum dapat melakukan panen dalam jumlah besar secara bersamaan.

“Belum bisa dijual ke pengepul karena panennya belum banyak,” ungkapnya. Dalam menjalankan usahanya, Kardiyanto dibantu oleh sang istri. Terutama dalam perawatan dan pemasaran melalui WhatsApp.

Editor : Andhika Attar Anindita
#perikanan #kediri #ikan lele #daging