KEDIRI, JP Radar Kediri - Sebagian warga di Desa Jongbiru membuka usaha kuliner untuk memutar roda perekonomian.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Adji atau yang lebih dikenal sebagai Pak Dji ini. Dia memiliki usaha soto daging yang berdiri sejak 1995.
Jika dihitung, Pak Dji telah berjualan soto daging selama 30 tahun. Aktivitas tersebut telah dilakoni separo hidupnya. Awal membuka usaha, dia menjual soto daging Rp 800 per porsi.
Kini harga soto daging buatannya dijual dengan harga Rp 15 ribu per porsi. Dengan harga tersebut, setiap mangkuk berisi irisan daging sapi dan jeroan.
Di sana juga tersedia babat, usus, hati, dan paru. Selain itu juga ada telur asin, dan perkedel. “Harganya jeroan dan telur asin Rp 5 ribu, kalau perkedel Rp 1 ribu,” kata pria berumur 60 tahun tersebut.
Soto Daging milik Pak Dji ini berlokasi di Jalan Jongbiru III. Meski berada di dalam gang namun pembelinya selalu ramai.
Tidak hanya menggunakan kendaraan roda dua. Hampir tiap hari mobil berjajar mengantre di soto tersebut. “Yang beli tidak hanya dari warga sini saja,” ucapnya.
Awalnya, Pak Dji membuka usaha soto di Jalan PG Mrican. Namun mulai tahun tahun 2020, dia berpindah ke tempat sekarang.
Setiap harinya Soto Daging Pak Dji mulai buka pukul 15.00 WIB. Lalu, tutup pukul 22.00 WIB. Namun ketika ramai biasanya pukul 21.00 WIB sudah habis.
Editor : Andhika Attar Anindita