Ada semangka, jeruk, hingga leci. Demi mendapatkan buah yang diburu mereka rela antre hingga berjam-jam. Pembeli yang datang juga berasal dari berbagai kecamatan seperti Papar hingga Ngadiluwih. Mereka datang dengan semangat 45 demi mendapat buah segar.
“Di sini harganya murah, selisih Rp 3 ribu – Rp 4 ribu dari penjual biasa, kalau beli banyak lebih untung. Buahnya juga segar-segar” ujar Yeni, warga Kecamatan Papar.
Sementara itu, Agus, 54, pedagang buah asal Kecamatan Ngancar mengatakan bahwa buah yang dijual harganya lebih murah karena sebagian ditanam di lahan sendiri. Misalnya nanas dan belimbing. Sisanya dibeli dari petani langsung sehingga bisa mendapat harga di bawah rata-rata dibandingkan beli di pengepul.
Pembeli kebanyakan membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Biasanya adalah pedagang pasar atau yang memiliki kios di pinggir jalan. Buah yang dijual juga komplet dan segar karena setiap hari habis dibeli pembeli.
Agus mengatakan bahwa di momen hari libur seperti di hari Sabtu/Minggu atau tanggal merah pembeli bisa mencapai ribuan dengan antrean panjang. Oleh sebab itu ia menggunakan kupon untuk mengatur antrean.
“Wah bisa ribuan yang antre bahkan bisa berjam-jam. Jadi kita pakai kupon, alhamdulilah laris terus” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian