Setiap pembatik memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah Adi Wahyono. Pria yang merupakan warga Desa Menang, Kecamatan Pagu ini dikenal dengan keahliannya membatik.
Adi Wahyono memiliki usaha kerajinan batik tulis di rumahnya. Dia dikenal sebagai salah satu pembatik andal di Kediri.
“Karena sering dititipkan oleh orang tua di rumah nenek, jadi saya waktu kecil sering melihat nenek saya mencanting,” kenang laki-laki yang kerap disapa Adi.
Dia sering melihat neneknya mencanting sehingga membuatnya tertarik mendalami dunia batik. Pria berusia 50 tahun ini jadi gemar membatik.
“Saya punya kegemaran membatik sampai kuliah masih saya lakukan,” imbuhnya.
Awalnya sekedar hobi. Sehingga hasil karya batiknya ini hanya dikenakan sendiri. Belum diperjualbelikan sebagai usaha seperti saat ini.
Seiring waktu, hobi tersebut semakin diseriusi. Membatik bukan hanya sekedar hobi namun menjadi sebuah usaha.
Jumlah batik buatan Adi semakin banyak ragamnya. Dalam membuat batik, dia memiliki ciri khas yang berbeda dengan pembatik lainnya.
Dia selalu membuat konsepnya terlebih dahulu. Baru kemudian dilanjutkan eksekusi pembatikan. “Karya batik yang saya buat ini mengangkat tentang sejarah kediri,” kata Adi.
Dengan proses tersebut, tidak heran jika dalam membuat satu karya batik membuat Adi membutuhkan waktu yang lama.
Dimana satu karya ini membutuhkan kurang lebih sekitar dua bulan. Meski begitu hasilnya selalu memukau.
Tentang Desa Menang, Kecamatan Pagu
Luas wilayah : 223,9 hektare
Jumlah penduduk : 4.047 jiwa
Wilayah : Dua dusun; Menang dan Soko
Hasil pertanian : Cabai rawit dan besar, padi, dan jagung
Hasil peternakan : Sapi dan kambing
Batas Desa
Utara : Desa Sitimerto, Semanding, dan Bendo, Kecamatan Pagu
Selatan : Desa Kambingan dan Tanjung, Kecamatan Pagu
Timur : Desa Tengger, Kecamatan Pagu
Barat : Desa Wates dan Semen, Kecamatan Pagu
Editor : Andhika Attar Anindita