Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kopi Ekselsa dari Desa Medowo Kediri Banyak Dicari Pecinta Kopi, Konon Ini Alasannya

Habibah Anisa M. • Jumat, 8 Agustus 2025 | 03:38 WIB
Suparmi mengolah kopi asli Desa Medowo.
Suparmi mengolah kopi asli Desa Medowo.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Berada di kaki Gunung Anjasmoro, Desa Medowo memiliki komoditas unggulan berupa kopi.

Kualitasnya tidak kalah dengan penghasil kopi di daerah lain. Salah satu warga yang konsisten memproduksi kopi adalah Suparmi. Selain menjadi petani, dia juga produsen kopi.

Suparmi menjelaskan bahwa sudah lama menjadi petani dan produsen biji kopi. Dia memiliki alasan tersendiri kenapa memproduksi kopi.

Salah satunya karena kebanyakan penduduk setempat banyak yang menjual biji kopi. Namun, tanpa dilakukan proses pengolahan.

“Di sini dikenal sebagai penghasil kopi ekselsa,” ujar Suparmi kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Kopi ekselsa yang dihasilkan tersebut memiliki perbedaan dari wilayah lain. Bahkan tergolong unik dan langka.

Salah satunya karena di desa tersebut juga terkenal sebagai penghasil durian. Keberadaan durian ini membuat kopi ekselsa dari Desa Medowo tersebut memiliki aroma yang khas.

Kopi tersebut memiliki aroma fruity dan sedikit asam. Selain itu, kopi ini juga terasa cita rasa pahit yang biasanya dimiliki kopi robusta. Inilah yang menciptakan cita rasa unik dan khas.

“Rasanya memang beda. Tetapi, pengolahannya harus tepat supaya cita rasanya benar-benar keluar,” kata perempuan yang mengenakan kerudung ini.

Suparmi benar-benar menggeluti dunia perkopian. Tidak hanya menjalankan produksi. Dia juga menjadi petani kopi. “Selain menjadi petani saya juga memproduksi kopi,” akunya.

Saat ini, petani kopi di sana bisa panen mencapai 20 ton per tahun. Sedangkan dalam satu bulan, dia mampu memproduksi kemasan sekitar dua hingga tiga kwintal.

Meski memiliki kualitas yang bagus. Namun harga kopi buatan Suparmi tergolong masih terjangkau. Di mana harganya mulai Rp 15 hingga Rp 150 ribu. Penjualan kopi ini selain di tempat oleh-oleh namun juga secara online.

Gandeng Industri Rumahan untuk Bantu Pemasaran

Salah satu upaya Pemdes Medowo dalam membangun desa adalah melalui Bumdes Medowo Sejahtera.

Sebelum adanya badan usaha itu, warga telah memiliki banyak usaha kecil dan mikro. Mulai dari usaha pembuatan keripik hingga kopi.

Namun sayang, untuk penjualannya kurang terorganisasi. Bisa dibilang, sulit untuk memasarkan produknya.

“Jadi banyak warga yang berjualan secara musiman jika ada pesanan,” terang Suparmi, bendahara Bumdes Medowo Sejahtera.

Maka kemudian, bumdes didirikan pada 2016. Namun mereka baru benar-benar beroperasi setahun kemudian.

Dengan bumdes itu kini mempermudah memasarkan produk UMKM. “Ketika ada acara di desa, kami mengambil jajanan dari usaha milik warga,” imbuhnya.

Dalam satu kotak terdapat lima jenis makanan. Setiap makanan diambil dari tempat usaha berbeda.

Itu merupakan teknik pemasaran produk. Selain itu, bumdes juga kerap mengikuti pameran UMKM. “Sementara untuk memasarkan wisata, pembelian tiket mendapatkan diskon,” tutur Suparmi.

Di Medowo memiliki tiga tempat wisata. Yakni, Wisata Bukit Gandrung Tanggulasi, Air Terjun Sumber Jodo, dan Sawah Setembro.

Di sana juga terdapat sumber mata air. Aset tersebut juga dikelola bumdes. Air dari sumber digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Bumdes Medowo Sejahtera menjadi mitra BNI Agen 46. Dengan program kemitraan tersebut memberikan Keluarga Menerima Manfaat (KPM).

Dengan memiliki tabungan, warga juga dapat memiliki kartu ATM. Kini mereka dengan mudah membayar rekening listrik dan melakukan transfer.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Medowo #kediri #kopi