JP Radar Kediri-Sejumlah bendera merah putih, umbul-umbul, dan bendera kipas dekorasi khas HUT Kemerdekaan RI tampak tertata rapi di pinggir Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa, Kota Kediri. Di balik bendera dagangan tersebut terdapat Pak Adik seorang warga asal Garut, Jawa Barat, yang merantau khusus untuk berjualan perlengkapan kemerdekaan.
"Di Kediri ya cuma buat jualan bendera, ambil barangnya dari bos," jelas Adik saat ditemui di lokasi berjualannya.
Adik berjualan di Kediri tidak sendirian, melainkan datang bersama tiga temannya dengan menaiki bus dari Garut. Mereka berempat menggelar lapak di beberapa titik strategis di Kota dan Kabupaten Kediri, seperti Jalan Erlangga Katang, Gapura masuk Kota Kediri, hingga kawasan Stadion Brawijaya.
Baca Juga: Geliat UMKM di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Olah Mangga Podang Jadi Makanan Ini
Produk yang mereka jual adalah hasil produksi rumahan dari kampung halaman mereka di Garut. Bendera, umbul-umbul, dan perlengkapan lainnya dikemas dalam karung dan dibawa ke berbagai kota sesuai permintaan. Tidak hanya ke Kediri, barang dagangan itu juga disuplai hingga ke Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan daerah lainnya.
"Ya saya masih untung ditaruh di Kediri yang masih pulau Jawa, teman-teman saya bisa sampai di Papua, NTT jauh-jauh" uucapnya.
Lebih lanjut, Adik menjelaskan bahwa biasanya masa berdagang di Kediri sekitar 3 minggu. 1 minggu di akhir Juli, dua minggu di awal Agustus menjelang perayaan kemerdekaan.
"Kami biasanya di Kediri sekitar tiga minggu. Satu minggu di akhir Juli dan dua minggu di awal Agustus. Tiap tahun memang ke sini," ujar Adik.
Namun, tahun ini jumlah penjual yang datang ke Kediri lebih sedikit. Hanya empat orang, karena sebagian lainnya masih bekerja di bagian produksi dan penjahitan.
Baca Juga: Perempuan Asal Doko Kediri Ini Kreasikan Resep Gudeg Bercita Rasa Lokal
Sayangnya, tren penjualan bendera kian menurun. Adik menyebut banyak warga kini memilih membeli atribut kemerdekaan secara online. Bahkan, minat memasang bendera juga dinilainya berkurang.
"Banyak yang beli online, terus sekarang juga banyak yang gak pasang bendera lagi," keluhnya.
Meski begitu, mereka tetap berjualan dengan harapan bisa mendapatkan rezeki dari musim kemerdekaan. Harga bendera yang dijual Adik dan kawan-kawan pun bervariasi.
Untuk bendera merah putih biasa dibanderol Rp25 ribu, umbul-umbul dijual seharga Rp40 ribu hingga Rp60 ribu, dan bendera model kipas atau background bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
Baca Juga: Inilah Desa yang Mampu Pertahankan Tradisi Lebaran Ketupat
Editor : Mahfud