JP Radar Kediri - Sebagian besar lahan persawahan di Desa Purwokerto ditanami tebu.
Itu juga yang menginspirasi Lamidi untuk mendirikan usaha rumahan pembuatan gula merah.
Di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadikuwih terdapat pengolahan gula merah rumahan.
Usaha gula merah milik Lamidi ini diberi nama UD Tani Uthun. “Gula merah di sini seratus persen terbuat dari tebu,” jelasnya.
Lamidi bercerita bahwa usaha gula merah ini dirintis mulai 2010.
Usaha tersebut dirintis saat dia masih menjadi kepala desa. Hebatnya, usaha tersebut masih berjalan hingga saat ini.
Lokasi pengolahan gula merah ini berada di belakang rumahnya.
Peralatannya lengkap. Mulai dari mesin pengangkat tebu, pemeras, tungku untuk memasak mirah atau sari tebu, hingga tempat pembuatan gula merah.
Meski sebagian menggunakan listrik namun untuk proses perebusan ini menggunakan bahan bakar ampas tebu.
Tidak heran jika di sana terdapat banyak tumpukan ampas tebu.
Laki-laki 65 tahun ini bisa mempekerjakan sepuluh pegawai.
Setiap pegawai ini memiliki job desk masing-masing.
Sehingga proses pembuatan gula merah menjadi lebih efisien.
Terkait produksi, dalam satu hari pihaknya bisa memproduksi minimal dua ton gula merah.
Gula merah tersebut dicetak menggunakan batok kelapa.
Setelah mengeras, gula merah tersebut dikemas menjadi ukuran 25 kg per plastik.
“Karena lagi turun, gula merah ini dijual per kwintal Rp 105 ribu,” ungkap bapak dari dua anak tersebut.
Editor : Andhika Attar Anindita