Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Topi Fedora Buatan Pemuda Desa Tulungrejo Pare Kediri Ini Terjual hingga Eropa

Habibah Anisa M. • Rabu, 23 Juli 2025 | 04:22 WIB
Indra Nata sedang memperlihatkan topi buatannya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare
Indra Nata sedang memperlihatkan topi buatannya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare

JP Radar Kediri - Usaha ini digeluti oleh Indra Nata. Pria asal Desa Tulungrejo ini dikenal karena keterampilannya membuat topi.

Lebih tepatnya topi laken fedora. Bahkan, karyanya tersebut pernah terjual hingga ke luar negeri. 

 Mungkin belum banyak yang mengenal topi bernama fedora ini.

Di negeri barat, topi ini identik dengan karakter atau kultur koboi.

Namun berbeda dengan istilah di sekitar kita. Topi ini biasa dikenal julukan topi blantik.

Hebatnya, topi buatannya tidak hanya laku di tingkat lokal saja.

Topi karyanya sudah pernah terjual hingga luar negeri. Bahkan, terjual sampai Benua Australia dan Eropa.

“Terjual hingga Australia, Spanyol, dan Belanda,” terang Indra tentang usaha yang dirintisnya tersebut.

Usaha tersebut lahir saat pandemi Covid-19.

Dia memilih usaha topi ini karena tidak banyak kompetitor.

Meski tidak semua orang suka tetapi Indra melihat peluang pasar yang besar.

“Saya belajar membuat topi ini secara otodidak dari Instagram dan Youtube,” ucapnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu topi ini cukup bervariasi.

Tergantung bentuk dan kerumitan modelnya.

Semakin banyak aksesoris maka akan memakan waktu lama.

Namun untuk polosan hanya butuh waktu sekitar 30 menit.

Harga topi laken buatannya juga beragam.

Selain aksesoris, juga tergantung ukurannya. Mulai dari Rp 450 ribu hingga Rp 700 ribu per biji.

Editor : Andhika Attar Anindita
#umkm #topi