JP Radar Kediri- Retno Mawar Sari, seorang perajin asal Desa Wates, Kecamatan Pagu, melihat potensi besar dari limbah bambu yang selama ini tidak dimanfaatkan. Ia kemudian berinisiatif mengubahnya menjadi peralatan dapur, seperti gelas, teko, baki, bahkan sedotan. “Semua bahannya alami, tanpa campuran zat kimia, jadi aman untuk makanan dan minuman,” ujarnya.
Menurut Retno, peralatan makan dari bambu tidak hanya menarik karena ramah lingkungan, tetapi juga memberi nuansa alami di dapur. Proses pembuatannya pun dilakukan dengan cermat. Setelah dipotong, bambu dibersihkan dari serabut-serabut halus, lalu dijemur hingga kering. Agar tidak mudah berjamur, bambu kemudian melalui proses pengeringan tambahan menggunakan oven.
Baca Juga: Kerajinan Alat Pijat Dari Kayu
Menariknya, gelas bambu hasil karya Retno mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Berbagai ukuran gelas banyak dipesan. Untuk hasil terbaik, ia memilih menggunakan bambu ori yang berdiameter pas untuk gelas. “Kalau bambu jawa terlalu tebal, ruang dalamnya sempit, jadi kurang cocok,” jelasnya.
Sementara itu, untuk sedotan, ia memanfaatkan bambu wulung yang secara alami memiliki diameter kecil, menyerupai ukuran sedotan plastik biasa. “Satu set sedotan sudah lengkap dengan alat pembersihnya, dan itu jadi favorit pembeli,” tambah Retno.
Dengan kreativitas dan ketelatenan, Retno tak hanya membantu mengurangi limbah bambu, tapi juga memperkenalkan solusi praktis dan estetis bagi gaya hidup berkelanjutan. Siapa sangka, dari tumpukan bambu tak terpakai, lahir inovasi hijau yang kini banyak diminati
Editor : Jauhar Yohanis