KABUPATEN, JP Radae Kediri - Salah satu makanan khas kediri yang wajib anda nikmati adalah jajanan kletik, dengan rasa dan bentuk yang khas. Dengan memanfaatkan bahan dasar dari hasil bumi lereng Gunung Kelud, Isti Bingatin, 38 memproduksi olahan makanan, sejak tahun 2017.
Berproduksi di Dusun Bumirejo, RT.08, RT.21, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, jajanan yang diberi nama Bumi ayem. “Jajanan kletik ini dibungkus dengan klobot,” terang Isti.
Untuk proses pengolahan sendiri, memakan waktu 4 sampai 5 jam. Dengan menggunakan nanas sebagai bahan baku. Tanpa menggunakan bahan pengawet, jajanan kletik bisa sampai 2 bulan. Agar hasilnya maksimal, nanas yang digunakan adalah yang sudah dalam keadaan matang sempurna.
Baca Juga: Pasutri Asal Desa Klanderan Plosoklaten Kediri Raup Cuan Melimpah dari Jualan Kembang Goyang
Ciri-ciri nanas dalam keadaan matang sempurna, nanas bewarna orange sempurna. Selain itu juga mengeluarkan bau nanas yang segar. Selama ini, untuk membuat kletik ia menggunakan nanas lokal yang harganya terjangkau.
Sekali produksi, ia dapat menghabiskan sebanyak 30 kilogram nanas. Dari bahan tersebut, dibuat untuk 50 bungkus kletik. “Agar serat nanas tetap terjaga, untuk proses penghancuran tidak menggunakan blander. Akan tetapi menggunakan mesin parut,” imbuhnya.
Dengan mengkaryakan 3 orang dari masyarakat sekitar, karena tidak mampu dikerjakan harus sendiri. Dimana, nama kletik sendiri sebenarnya diambil dari bunyi kletik–kletik dari sensasi suara yang timbul ketika kita memakannya.
Baca Juga: Keripik Jagung Buatan Warga Desa Gayam Gurah Kediri Ini Kerap Jadi Suvenir ke Luar Negeri
Menariknya lagi, kemasanya dibungkus kecil-kecil dengan menggunakan klobot (kulit jagung)
“Dalam produksi ini, saya memang menggunakan bahan-bahan yang berada disekitar rumah,” ungkap Isti. Sebelum digunakan, klobot terlebih melalui proses disetrika. Tujian disetrika, supaya terbebas dari bakteri, hingga jajan kletik menjadi lebih tahan lama. Buat kalian yang tertarik olahan kletik, dijual dalam kemasan keranjang dan plastik. Tentu saja untuk harga sangat terjangkau, dijual mulai harga Rp 18.000 hingga Rp 20.000.
Editor : Jauhar Yohanis