Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Kisah Ibu-Ibu Desa Doko Ngasem Kediri Kembangkan Budidaya Sawi Pakcoy di Green House

Habibah Anisa M. • Jumat, 9 Mei 2025 | 17:13 WIB
KOMPAK: Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari Harmoni Desa Doko sedang panen sawi pakcoy.
KOMPAK: Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari Harmoni Desa Doko sedang panen sawi pakcoy.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Doko terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari Harmoni. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menanam sayuran di green house.

Hasil panennya tak hanya dijual. Namun juga untuk mendukung program pencegahan stunting untuk anak-anak di Desa Doko.

KWT Mekar Sari Harmoni memiliki sebuah green house yang tidak jauh dari kantor Pemdes Doko. Di sana mereka melakukan budidaya sawi pakcoy.

Sawi tersebut ditanam menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT). “Di green house ini ada sekitar 1000 net pot untuk sawi pakcoy,” ujar Ketua KWT Mekar Sari Harmoni Krisnawati.

Perempuan yang kerap dipanggil Wati ini menjelaskan bahwa kelompok tersebut sudah ada sejak 2014 silam.

Hanya saja, dulu kegiatannya masih belum rutin seperti saat ini. Bahkan mereka pernah vakum selama tiga tahun. “Setelah agak lama, sekarang sudah kembali aktif,” ucapnya.

Wati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan setelah mereka mendapatkan pelatihan. Berbekal ilmu tersebut mereka akhirnya praktik langsung.

“Di green house ini memang fokus ke sawi pakcoy karena penanamannya mudah dan cepat,” kata perempuan 41 tahun tersebut.

Dari green house seluas 6x15 meter itu mereka bisa menghasilkan 110 kilogram sawi pakcoy dalam sekali panen.

Rentang panennya sekitar 35 hari. Sebagian hasil panen dimanfaatkan untuk program pencegahan stunting. “Hasil panen lainnya kami jual,” ungkap perempuan asal Dusun Sumber, Desa Doko tersebut.

Penjualan sayur sawi pakcoy ini masih dalam lingkup desa. Mereka memasarkannya melalui aplikasi Whatsapp.

Saat ini jumlah anggota KWT ada 34 orang. Di luar green house mereka juga menanam berbagai tanaman. Seperti selada, terong, seledri, daun bawang hingga tanaman obat keluarga (toga).

“Untuk perawatan satu hari ada tiga orang yang piket. Kalau panen dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#budidaya #green house #pertanian #umkm #sawi