JP Radar Kediri – Bermain game berat di HP tidak selalu harus menggunakan smartphone flagship dengan harga belasan juta rupiah.
Kini, sejumlah HP di kelas menengah hingga menengah atas sudah menawarkan chipset bertenaga, layar dengan refresh rate tinggi, sistem pendingin, dan baterai berkapasitas besar.
Dua perangkat yang bisa dibandingkan untuk kebutuhan tersebut adalah iQOO 15R dan POCO X8 Pro.
iQOO 15R mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5 serta layar AMOLED 144Hz, sedangkan POCO X8 Pro menggunakan Dimensity 8500-Ultra dengan layar AMOLED 120Hz.
Keduanya juga dibekali baterai besar dan dukungan pengisian cepat 100W. Lantas, bagaimana perbedaan performa, kestabilan frame rate, pengelolaan suhu, dan harga kedua HP tersebut untuk bermain game berat?
Baca Juga: POCO F7 Ultra vs iQOO 13, Dua HP Kencang untuk Gaming dan Aktivitas Harian
Chipset: Snapdragon 8 Gen 5 vs Dimensity 8500-Ultra
Perbedaan pertama terdapat pada chipset yang digunakan.
iQOO 15R ditenagai Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 dengan fabrikasi 3 nm. Sementara itu, POCO X8 Pro menggunakan MediaTek Dimensity 8500-Ultra yang diproduksi dengan proses 4 nm.
Keduanya dirancang untuk memberikan performa tinggi, termasuk ketika menjalankan aplikasi dan game yang membutuhkan pemrosesan grafis intensif.
Namun, iQOO 15R menawarkan platform chipset yang berada di kelas performa lebih tinggi.
Bagi pengguna yang sering memainkan game berat dengan pengaturan grafis tinggi, Snapdragon 8 Gen 5 menjadi salah satu daya tarik iQOO 15R.
Perangkat ini juga dibekali Supercomputing Chip Q2 yang mendukung fitur peningkatan resolusi dan pemrosesan frame untuk game.
Di sisi lain, Dimensity 8500-Ultra pada POCO X8 Pro tetap menawarkan kemampuan gaming yang serius.
Chipset tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 untuk mendukung pemuatan aplikasi serta pengolahan data.
Perlu diingat, chipset yang lebih bertenaga tidak otomatis membuat semua game berjalan jauh lebih mulus.
Hasil akhirnya tetap bergantung pada optimasi game, pengaturan grafis, dan kemampuan perangkat mempertahankan performa selama sesi bermain.
Baca Juga: POCO F7 vs Infinix GT 30 Pro, Mana yang Cocok untuk Gaya Gaming Kamu?
Frame Rate: Layar 144Hz atau 120Hz?
Untuk pengalaman bermain game, iQOO 15R memiliki layar AMOLED 1,5K berukuran 6,59 inci dengan refresh rate hingga 144Hz.
Sementara POCO X8 Pro menggunakan layar AMOLED 1,5K berukuran 6,59 inci dengan refresh rate hingga 120Hz.
Refresh rate yang lebih tinggi memungkinkan layar menampilkan lebih banyak pembaruan gambar setiap detik.
Hal ini dapat membuat animasi dan pergerakan karakter terlihat lebih mulus, terutama dalam game kompetitif yang membutuhkan respons cepat.
iQOO 15R juga mengandalkan Supercomputing Chip Q2 dengan fitur interpolasi frame hingga 144 FPS pada game yang mendukungnya.
Selain itu, iQOO menyebut perangkat tersebut mampu menjalankan game MOBA tertentu pada 144 FPS secara native dalam pengujian internalnya.
Sementara itu, POCO X8 Pro mendukung fitur Smart Frame Rate hingga 90 FPS pada game tertentu.
Perangkat ini juga memiliki fitur WildBoost Optimization untuk membantu menjaga kestabilan frame rate saat menjalankan game dengan beban tinggi.
Namun, angka 144 FPS atau 90 FPS tidak berlaku untuk semua game. Refresh rate layar juga berbeda dari frame rate yang benar-benar dihasilkan game.
Fitur interpolasi frame dapat menambahkan frame melalui pemrosesan, sedangkan frame rate native dihasilkan oleh game itu sendiri.
Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa dukungan frame rate pada game yang sering dimainkan.
Pengaturan grafis dan kestabilan performa juga tetap penting, bukan hanya angka refresh rate pada spesifikasi layar.
Baca Juga: POCO F9 Series Resmi Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp12,4 Jutaan
Sistem Pendingin: Penting untuk Bermain dalam Waktu Lama
Performa tinggi akan lebih berguna jika perangkat mampu mempertahankannya selama sesi bermain.
Ketika suhu meningkat, sistem dapat mengurangi performa untuk membantu mengendalikan panas.
iQOO 15R menggunakan sistem pendingin 6,5K IceCore VC dengan area pendinginan yang diklaim mencapai 6.500 mm².
Perangkat ini juga dilengkapi lembar grafit berlapis ganda untuk membantu penyebaran panas.
Sementara POCO X8 Pro membawa sistem pendingin 3D dual-layer IceLoop dengan area hingga 5.300 mm².
Menurut POCO, sistem tersebut membantu mengurangi suhu SoC hingga 3 derajat Celsius berdasarkan pengujian internal perusahaan.
Dari spesifikasinya, keduanya sudah dibekali sistem pendingin yang dirancang untuk menangani beban kerja berat.
Namun, luas area pendinginan saja tidak cukup untuk menentukan perangkat mana yang lebih dingin saat bermain game.
Suhu aktual juga dipengaruhi jenis game, tingkat kecerahan layar, kondisi ruangan, pengaturan grafis, dan durasi bermain.
Tanpa pengujian langsung menggunakan game serta kondisi yang sama, belum cukup dasar untuk memastikan salah satunya selalu lebih dingin atau memiliki frame rate yang lebih stabil.
Baca Juga: iPhone 16 Pro atau Xiaomi 15? Ini yang Perlu Dipertimbangkan Pengguna
Baterai: iQOO 15R Punya Kapasitas Lebih Besar
Daya tahan baterai menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang sering bermain game dalam waktu lama.
iQOO 15R membawa baterai berkapasitas 7.600 mAh, sedangkan POCO X8 Pro dibekali baterai 6.500 mAh.
Dengan demikian, iQOO 15R memiliki kapasitas lebih besar sebesar 1.100 mAh.
Kapasitas tersebut memberikan potensi daya tahan lebih panjang, meskipun hasil sebenarnya tetap bergantung pada konsumsi daya chipset, layar, jaringan, dan game yang dimainkan.
Keduanya sama-sama mendukung pengisian cepat 100W. iQOO 15R menggunakan 100W FlashCharge, sedangkan POCO X8 Pro mendukung 100W HyperCharge.
iQOO 15R juga menyediakan fitur Bypass Charging yang memungkinkan daya dialirkan langsung untuk mendukung perangkat saat digunakan sambil mengisi baterai.
Fitur ini dapat membantu pengelolaan suhu dalam skenario gaming sambil terhubung ke pengisi daya.
Dengan baterai lebih besar dan fitur Bypass Charging, iQOO 15R menawarkan sejumlah fitur yang relevan untuk sesi gaming panjang.
Namun, POCO X8 Pro juga sudah memiliki kapasitas baterai besar dan pengisian cepat, sehingga tetap dapat dipertimbangkan untuk penggunaan sehari-hari sekaligus bermain game.
Baca Juga: Galaxy S26 FE vs Galaxy S24 FE, Perlu Upgrade atau S24 FE Masih Cukup?
Bagi pengguna yang mengutamakan chipset dengan kelas performa lebih tinggi, layar 144Hz, baterai 7.600 mAh, dan fitur gaming tambahan, iQOO 15R menawarkan sejumlah keunggulan yang relevan.
Sementara POCO X8 Pro dapat dipertimbangkan oleh pengguna yang ingin bermain game berat dengan anggaran lebih rendah.
Perangkat ini sudah memiliki chipset bertenaga, layar 120Hz, sistem pendingin khusus, baterai 6.500 mAh, serta pengisian daya 100W.
Harga tersebut merupakan acuan pada laman resmi saat pengecekan dan bisa berubah mengikuti varian maupun promo yang berlaku.
Jadi, iQOO 15R atau POCO X8 Pro?
iQOO 15R dan POCO X8 Pro sama-sama menyasar pengguna yang membutuhkan performa tinggi untuk bermain game, tetapi keduanya menawarkan paket spesifikasi dan harga yang berbeda.
iQOO 15R membawa Snapdragon 8 Gen 5, layar 144Hz, Supercomputing Chip Q2, sistem pendingin 6.500 mm², dan baterai 7.600 mAh.
Kombinasi tersebut menarik bagi pengguna yang sering bermain game kompetitif atau game berat dan menginginkan perangkat dengan fitur gaming lebih lengkap.
Sementara POCO X8 Pro mengandalkan Dimensity 8500-Ultra, layar 120Hz, pendingin 3D dual-layer IceLoop, serta baterai 6.500 mAh.
Pada akhirnya, pilihan tidak hanya ditentukan oleh chipset atau angka FPS. Dukungan game, kestabilan performa saat bermain lama, suhu perangkat, daya tahan baterai, dan selisih harga juga perlu diperhitungkan.
Bagi pengguna yang mengejar performa gaming lebih tinggi dan bersedia membayar lebih, iQOO 15R menawarkan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Namun, bagi pengguna yang ingin menekan anggaran, POCO X8 Pro tetap menyediakan kombinasi performa, baterai, dan fitur gaming yang cukup lengkap di kelas harganya.
Editor : Shinta Nurma Ababil