Punya Mode Pro di Kamera HP tapi Bingung Cara Pakainya? Kenali ISO dan Pengaturan Lainnya

Isna Febriani Nur Habibah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi memotret dengan ponsel (magnific)
Ilustrasi memotret dengan ponsel (magnific)

JP Radar Kediri – Mode Pro atau Manual pada kamera HP memungkinkan pengguna mengatur beberapa parameter kamera secara lebih leluasa.

Namun, bagi pengguna yang terbiasa memotret dengan mode otomatis, deretan angka seperti ISO, shutter speed, hingga white balance mungkin justru terlihat membingungkan.

Padahal, pengaturan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan foto dengan karakter yang berbeda. Pengguna juga bisa lebih leluasa menyesuaikan kamera dengan kondisi pencahayaan dan objek yang ingin dipotret.

Perlu diketahui, Mode Pro tidak tersedia di semua HP dan pilihan pengaturannya dapat berbeda-beda tergantung merek serta model perangkat. Jika HP kamu memiliki fitur tersebut, berikut beberapa pengaturan yang penting untuk dipahami.

Baca Juga: iPhone 16 vs Samsung Galaxy S25, Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhanmu?

1. ISO untuk Mengatur Sensitivitas terhadap Cahaya

ISO menentukan seberapa sensitif kamera dalam menangkap cahaya. Semakin tinggi nilai ISO, foto biasanya akan terlihat lebih terang.

Namun, jangan asal menaikkan ISO. Nilai ISO yang terlalu tinggi dapat membuat foto memiliki lebih banyak noise atau terlihat berbintik, terutama ketika kondisi pencahayaan kurang baik.

Untuk kondisi terang, pengguna bisa mencoba ISO rendah. Sementara dalam kondisi yang lebih gelap, ISO dapat dinaikkan sesuai kebutuhan.

Sederhananya, semakin tinggi ISO, foto bisa semakin terang, tetapi risiko munculnya noise juga semakin besar.

Baca Juga: Polres Kediri Bekali Pelajar SMAN 1 Purwoasri Pahami AI Agar Lebih Siap Teknologi

2. Shutter Speed untuk Mengatur Kecepatan Pengambilan Gambar

Shutter speed atau kecepatan rana menentukan berapa lama kamera menangkap cahaya.

Kecepatan tinggi cocok digunakan ketika ingin menangkap objek yang bergerak, misalnya orang yang sedang berlari atau kendaraan yang melintas.

Sementara itu, shutter speed yang lebih lambat memungkinkan lebih banyak cahaya masuk dan dapat digunakan untuk menciptakan efek tertentu.

Contohnya, shutter speed lambat bisa digunakan untuk membuat jejak cahaya kendaraan pada malam hari. Namun, kamera harus dibuat tetap stabil agar foto tidak ikut terlihat blur.

Karena itu, tripod atau permukaan yang stabil akan sangat membantu ketika menggunakan shutter speed lambat.

Baca Juga: 6 Fenomena Langit Menakjubkan Sepanjang September 2026, Ada yang Bisa Dilihat Mata dengan Telanjang

3. White Balance untuk Mengatur Warna Foto

Pernah memotret di dalam ruangan tetapi hasil fotonya terlihat terlalu kuning atau justru terlalu kebiruan?

White balance atau WB dapat digunakan untuk menyesuaikan warna foto dengan kondisi pencahayaan.

Pengaturan ini biasanya berkaitan dengan temperatur warna yang menggunakan satuan Kelvin.

Nilai yang lebih rendah cenderung menghasilkan warna lebih hangat, sedangkan nilai yang lebih tinggi cenderung menghasilkan warna lebih dingin.

Pengguna tidak harus langsung memahami angka Kelvin secara mendalam. Cukup coba beberapa pengaturan sambil melihat perubahan warna pada layar hingga mendapatkan hasil yang terlihat paling natural atau sesuai dengan suasana yang diinginkan.

Baca Juga: Samsung Galaxy A56 vs iPhone 13 Mana yang Paling Layak Dibeli Tahun Ini?

4. Manual Focus untuk Menentukan Bagian yang Tajam

Pada beberapa HP, Mode Pro juga menyediakan pengaturan fokus secara manual.

Fitur ini memungkinkan pengguna menentukan bagian mana yang ingin dibuat tajam tanpa sepenuhnya mengandalkan autofocus.

Manual focus dapat berguna ketika memotret objek tertentu dari jarak dekat atau ketika kamera kesulitan menentukan objek utama. Pengguna bisa menggeser pengaturan fokus sampai bagian yang diinginkan terlihat paling tajam.

Baca Juga: iPhone 11 Pro Max vs iPhone 13 Mana yang Lebih Layak Dibeli?

5. Exposure atau EV untuk Menyesuaikan Terang-Gelap Foto

Beberapa kamera HP menyediakan pengaturan exposure atau EV yang memungkinkan pengguna melakukan kompensasi pencahayaan.

Jika hasil foto terlihat terlalu gelap, exposure dapat dinaikkan. Sebaliknya, jika foto terlalu terang, nilainya dapat diturunkan.

Pengaturan ini bisa menjadi cara sederhana untuk mendapatkan pencahayaan yang lebih sesuai tanpa harus mengubah seluruh parameter kamera secara manual.

Baca Juga: Cukup Dua Menit, KTP Langsung Jadi! Kelurahan di Kota Kediri Buka Layanan Adminduk

Jangan Langsung Mengubah Semua Pengaturan

Bagi pemula, Mode Pro memang bisa terlihat rumit karena banyak angka yang harus diperhatikan. Karena itu, tidak perlu langsung mengubah semua pengaturan sekaligus.

Coba mulai dengan ISO dan shutter speed, kemudian perhatikan perubahan hasil fotonya.

Setelah mulai memahami keduanya, pengguna bisa bereksperimen dengan white balance, manual focus, hingga exposure.

Yang paling penting, jangan takut mencoba. Mode Pro justru dirancang agar pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap hasil foto.

Jadi, kalau di kamera HP kamu terdapat Mode Pro tetapi selama ini hanya dilewati begitu saja, sekarang saatnya mencoba. Tidak perlu langsung menghasilkan foto sempurna.

Mulai dari memahami satu pengaturan, bereksperimen, lalu lihat bagaimana perubahan kecil tersebut memengaruhi hasil foto.

Editor : Shinta Nurma Ababil
kamera HP tips fotografi Mode Pro fotografi teknologi