JP Radar Kediri - Kartu Grafis Kelas Workstation Milik Nvidia, RTX Pro 6000 Blackwell, Mengalami Kenaikan Harga yang Cukup Signifikan Sepanjang 2026. Bukan hanya soal angka yang terus naik, perubahan ini juga mencerminkan tekanan besar yang tengah terjadi di industri chip memori global.
Dari USD 8.565 Menjadi USD 16.000
RTX Pro 6000 Blackwell pertama kali diluncurkan pada Maret 2025 dengan harga MSRP USD 8.565. Harga tersebut kemudian mengalami beberapa kali penyesuaian dalam kurun waktu setahun terakhir.
Pada Juni 2026, harganya sudah naik menjadi USD 13.250. Dua bulan berselang, tepatnya Agustus 2026, Nvidia kembali memperbarui daftar harga di marketplace resminya menjadi USD 16.000 — hampir 87 persen lebih mahal dibanding harga saat pertama kali dirilis. Jika dikonversi memakai kurs saat ini yang berada di kisaran Rp17.850 per dolar AS, angka tersebut setara sekitar Rp285 juta.
Baca Juga: Samsung Galaxy Z Fold 8 — resmi rilis & harga Indonesia
Berbeda dari kebanyakan pembaruan harga produk teknologi lain, Nvidia tidak mengumumkan kenaikan ini secara resmi. Perubahan hanya terlihat dari daftar harga yang diperbarui begitu saja di marketplace mereka.
Krisis Chip Memori Jadi Penyebab Utama
Lonjakan harga ini terutama disebabkan oleh krisis pasokan chip memori yang dipicu tingginya permintaan untuk komputasi kecerdasan buatan.
RTX Pro 6000 menggunakan 96GB memori GDDR7 dengan desain clamshell, kapasitas terbesar yang saat ini dimiliki kartu grafis diskrit mana pun. Kapasitas sebesar itu membuat kartu ini sangat bergantung pada ketersediaan chip GDDR7, sehingga menjadi salah satu produk yang paling terdampak ketika pasokan memori mengetat.
Baca Juga: Pixel Watch 5 Resmi Meluncur, Ini Cara Kerja Fitur Breathing Emergency Detection
Bukan Hanya RTX Pro 6000 yang Terdampak
Kenaikan harga rupanya tidak hanya dialami kartu grafis kelas workstation. Jajaran GPU konsumen Nvidia turut mengalami kenaikan harga hingga 150 persen.
RTX 5090 misalnya, naik dari USD 2.000 menjadi lebih dari USD 4.000. RTX 5070 naik hampir 65 persen, dari USD 549 menjadi sekitar USD 900. Sementara itu, RTX 5050 yang merupakan varian entry-level kini dibanderol lebih dari USD 300, naik dari harga awal USD 249.
Diperkirakan Berlangsung hingga Beberapa Tahun ke Depan
Kondisi ini diproyeksikan belum akan membaik dalam waktu dekat. CEO SK Hynix, Kwak Noh-Jung, bahkan menyebut 2027 berpotensi menjadi tahun terburuk bagi industri memori, dengan permintaan yang diperkirakan terus melampaui pasokan hingga melewati 2030.
Baca Juga: Google Assistant Resmi Pensiun 4 September 2026, Digantikan Sepenuhnya oleh Gemini
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para profesional dan pengembang yang mengandalkan GPU kelas atas untuk kebutuhan rendering, simulasi, maupun pengembangan AI lokal.
Penulis : Satria Sinak
Universitas Nusantara PGRI Kediri