JP Radar Kediri - Banyak yang mikir laptop beli baru itu tidak perlu diservis. Padahal laptop yang baru dipakai setahunan aja sebenarnya sudah waktunya dicek, terutama pasta thermal-nya, biar suhunya tidak gampang panas dan performanya tetap enak dipakai.
Kebanyakan orang baru bawa laptop ke tempat servis kalau sudah benar-benar bermasalah. Padahal makin lama ditunda, makin cepat juga performanya turun.
Laptop panas dan kipas berisik itu keluhan yang cukup umum, bahkan buat laptop yang usianya baru sekitar setahun. Kalau dicek satu-satu, penyebabnya sering kali sepele, yaitu pasta thermal bawaan pabrik yang sudah mengering.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 21 Juli 2026 Turun Rp9.000, Cek Rinciannya Disini
Fungsi pasta thermal sendiri sebenarnya sederhana, yaitu menghantarkan panas dari prosesor ke sistem pendingin laptop. Kalau sudah kering, ya otomatis suhu komponen bisa naik, meski laptopnya cuma dipakai buat mengetik atau buka browser ringan.
Banyak pengguna yang keburu panik dan mengira laptopnya rusak parah, padahal cukup diganti pasta thermalnya saja. Bukan cuma pasta thermal, ada beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan meski laptop belum genap dua tahun.
Debu di kipas dan heatsink perlu dibersihkan secara berkala. Kondisi baterai juga sebaiknya dicek dari waktu ke waktu. File-file yang tidak terpakai dan aplikasi yang jalan diam-diam di background juga sebaiknya dibersihkan karena bikin prosesor kerja lebih berat dari seharusnya.
Servis ringan seperti ini sebenarnya enggak harus nunggu laptop rusak dulu. Justru kalau dirawat dari awal, komponen di dalamnya bisa lebih awet dan tidak perlu keluar biaya besar buat perbaikan nantinya.
Kalau urusan ganti pasta thermal ini terus ditunda dengan alasan laptopnya masih baru, suhu tinggi yang muncul berulang kali lama-lama bisa mempercepat penurunan performa prosesor sampai baterai. Ujung-ujungnya, umur pakai laptop jadi lebih pendek dari yang seharusnya.
Ada baiknya pengguna mulai mempertimbangkan servis ringan minimal setahun sekali, mau ada gejala panas berlebih atau enggak. Soalnya langkah pencegahan kayak gini jauh lebih hemat ketimbang harus menunggu kerusakan yang lebih parah di komponen internal laptop.
Penulis : Satria Sinak
Univ : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Editor : Shinta Nurma Ababil