OpenAI Rilis Sora 2, Aplikasi Sosial Mirip TikTok untuk Video AI
Jauhar Yohanis• Rabu, 1 Oktober 2025 | 18:29 WIB
Tampilan link download SORA di appstore
JP Radar Nganjuk– OpenAI resmi meluncurkan Sora 2, model terbaru untuk menghasilkan video dan audio berbasis kecerdasan buatan (AI). Model ini hadir sebagai penerus Sora yang dirilis tahun lalu.
Tak hanya model baru, OpenAI juga menghadirkan aplikasi sosial bernama Sora, di mana pengguna bisa membuat dan membagikan video ala TikTok dengan algoritma feed. Kabar mengenai rencana OpenAI mengembangkan platform sosial sebelumnya sempat dilaporkan Wired.
Lebih Realistis, Patuh Hukum Fisika
Sora 2 disebut jauh lebih canggih dibanding pendahulunya. OpenAI mengklaim video yang dihasilkan kini lebih realistis karena mampu mengikuti hukum fisika.
Jika pada model lama bola basket bisa “hilang” lalu tiba-tiba masuk ke ring, di Sora 2 bola akan memantul ke papan jika tembakan gagal. Contoh klip resmi yang dipamerkan memperlihatkan adegan voli pantai, trik skateboard, senam, hingga loncat indah dari papan lompat.
Fitur "Cameos": Upload Diri Sendiri
Aplikasi Sora hadir dengan fitur “cameos” yang memungkinkan pengguna mengunggah rekaman video dan audio sekali saja untuk memverifikasi identitas serta menangkap penampilan mereka. Setelah itu, pengguna bisa memasukkan wajah mereka ke berbagai video AI yang dihasilkan.
Tak hanya itu, pengguna juga bisa berbagi “cameos” dengan teman. Artinya, seseorang dapat memberikan izin kepada orang lain untuk memasukkan wajah mereka dalam video bersama.
“Kami percaya aplikasi sosial dengan fitur ‘cameos’ adalah cara terbaik menikmati keajaiban Sora 2,” tulis OpenAI dalam blog resminya.
Rilis Perdana di AS dan Kanada
Saat ini, aplikasi Sora sudah tersedia di iOS dan mulai digulirkan di Amerika Serikat dan Kanada. OpenAI menyebut akan memperluas ke negara lain secepat mungkin.
Meskipun aplikasi sosial ini masih bersifat undangan (invite-only), pengguna ChatGPT Pro disebut bisa mencoba model Sora 2 Pro tanpa perlu undangan.
Fitur Mirip TikTok dan Kontrol Orang Tua
Video yang dihasilkan bisa dibagikan ke feed dalam aplikasi, mirip dengan TikTok, Instagram Reels, atau platform video pendek lainnya.
Untuk menyusun rekomendasi algoritma, Sora akan mempertimbangkan aktivitas pengguna, lokasi IP, riwayat interaksi postingan, hingga histori percakapan ChatGPT (fitur ini bisa dimatikan).
OpenAI juga menyematkan kontrol orang tua melalui ChatGPT, seperti membatasi infinite scroll, mematikan personalisasi algoritma, hingga mengatur siapa yang bisa mengirim pesan langsung ke anak.
Gratis dengan Potensi Monetisasi
Sora akan diluncurkan secara gratis agar orang bisa menjajal fiturnya tanpa batasan. Namun, OpenAI membuka kemungkinan monetisasi dengan mengenakan biaya tambahan jika terjadi lonjakan permintaan pembuatan video.
Tantangan Keamanan dan Risiko Penyalahgunaan
Peluncuran platform sosial baru ini tentu membawa tantangan besar dalam hal keamanan dan keselamatan pengguna.
Meski pengguna bisa mencabut izin akses likeness (kemiripan wajah dan suara) kapan saja, potensi penyalahgunaan tetap ada. Konten non-konsensual atau manipulatif bisa saja dibuat, yang berisiko merugikan individu.
Masalah penyalahgunaan video AI non-konsensual sendiri masih minim regulasi di banyak negara, sehingga platform dituntut lebih serius menjaga keamanan pengguna.