Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Keliru! Ini Perbedaan Starlink dan WiFi yang Wajib Kamu Tahu

Ilmidza Amalia Nadzira • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 03:10 WIB

Gambar antara pengguna starlink dan Wifi ilustrasi BY Sora.ai
Gambar antara pengguna starlink dan Wifi ilustrasi BY Sora.ai
JP Radar Kediri - Internet sudah menjadi kebutuhan pokok di era digital saat ini. Namun, masih banyak orang yang menyamakan Starlink dan WiFi, seolah keduanya adalah layanan internet yang sama. Padahal, kenyataannya jauh berbeda.

Sejak ada teknologi Starlink di Indonesia, banyak orang orang yang mulai bertanya tanya apa bedanya dengan WiFi yang selama ini digunakan di rumah atau kantor? dan Apakah Starlink bisa menggantikan peran WiFi? Atau justru keduanya punya fungsi masing-masing?

Teknologi & Prinsip Kerja
Starlink adalah layanan internet berbasis satelit LEO (Low Earth Orbit) dari SpaceX. Ia menghubungkan langsung pengguna melalui terminal antena yang memancarkan sinyal ke konstelasi satelit di orbit rendah tanpa bergantung kabel atau base station. Sebaliknya, WiFi merupakan teknologi nirkabel lokal (WLAN) yang menyebarkan koneksi dari ISP (seperti fiber, DSL, atau seluler) melalui router ke perangkat dalam jangkauan rumah atau kantor.

Baca Juga: Mulai dari Nol! Inilah Modul IoT Paling Cocok untuk Pemula

Kecepatan & Latensi
Secara umum, Starlink memberikan kecepatan unduh antara 50 sampai 250 Mbps, tergantung pada paket dan kondisi jaringan, dengan latensi rata-rata 25 sampai 60 ms, sesuatu yang mengesankan untuk internet satelit tapi masih di bawah koneksi kabel.

Capcon Networks, Sementara itu, WiFi yang menggunakan fiber optik (jika tersedia) mampu menghadirkan kecepatan hingga 1 Gbps atau lebih, dengan latensi jauh lebih rendah (bahkan di kisaran 1–20 ms) ideal untuk aktivitas seperti gaming, streaming, dan video conference.

Cakupan Area & Infrastruktur
Starlink unggul di lokasi terpencil dan wilayah tanpa infrastruktur internet sebab hanya membutuhkan terminal antena dan langit terbuka untuk koneksi satelit. Di sisi lain, WiFi sangat bergantung pada jaringan ISP seperti fiber optik atau DSL, sehingga hanya efektif jika tersedia infrastruktur tersebut umumnya di area urban atau pinggiran kota.

Baca Juga: Gak Perlu Ribet! Ini Proyek Arduino yang Mudah dan Seru untuk Dicoba

Ketergantungan Cuaca & Keandalan
Sebagian besar menunjukkan bahwa performa Starlink masih dipengaruhi oleh kondisi cuaca seperti hujan atau awan tebal yang dapat memengaruhi kualitas sinyal, serta mengalami fluktuasi throughput dan latency yang lebih dinamis dibanding jaringan kabel.

Sedangkan koneksi fiber melalui WiFi lebih stabil karena menggunakan kabel tertanam dan tidak rentan terhadap gangguan atmosfer atau interferensi elektromagnetik.

Pengalaman Pengguna
Beberapa pengguna di luar kota menyatakan bahwa meski Starlink menjadi penyelamat di area tanpa opsi lain, mereka tetap akan beralih ke koneksi kabel seperti fiber jika tersedia karena lebih stabil dan responsif.

Baca Juga: Bingung Mulai dari Mana? Ini Bahasa Pemrograman Terbaik untuk Proyek IoT Kamu

Hal ini menggambarkan bahwa Starlink dan WiFi bukanlah layanan yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi Starlink untuk area blankspot, WiFi fiber untuk kecepatan maksimal di area yang terlayani.

Di era digital seperti sekarang, akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan menjadi tulang punggung aktivitas sehari-hari mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan. Memahami perbedaan antara Starlink dan WiFi sangat penting agar kamu bisa memilih solusi koneksi internet yang paling tepat sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhanmu.

Starlink hadir sebagai terobosan revolusioner untuk menjawab tantangan konektivitas di wilayah terpencil, sementara WiFi berbasis kabel seperti fiber optik tetap unggul dalam kecepatan dan kestabilan di area urban. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang membuat keduanya tidak bisa langsung dibandingkan “apple to apple”.

Author: Muhammad Rafli Wicaksono

PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#internet #jaringan #wifi #starlink #Internet Satelit