JP Radar Kediri - Sebagian besar orang mengisi baterai smartphone, laptop, atau perangkat elektronik lainnya hingga penuh 100% secara terus-menerus tanpa memikirkan akibat jangka panjangnya, ternyata hal ini bukan kebiasaan terbaik untuk menjaga kesehatan baterai lo.
Para ahli teknologi dan hasil riset terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan ini justru dapat mempercepat penurunan kapasitas dan umur baterai.
Sebagian besar perangkat elektronik modern menggunakan baterai lithium-ion, jenis baterai ini memiliki karakteristik khusus terkait siklus pengisian dan tegangan.
Saat baterai diisi penuh hingga 100%, terjadi kondisi yang disebut stres voltase tinggi pada sel-sel baterai, stres ini menyebabkan degradasi kimia secara bertahap yang mengurangi kemampuan baterai menyimpan daya.
Baterai lithium-ion yang sering diisi penuh sampai 100% mengalami penurunan kapasitas 20 sampai 30% lebih cepat dibandingkan baterai yang hanya diisi sampai sekitar 80 sampai 90%.
Baca Juga: Inovasi Teknologi Pendidikan, Transformasi Digital dalam Dunia Pembelajaran Modern
Hal tersebut juga menegaskan bahwa suhu saat pengisian turut mempercepat kerusakan, terutama jika baterai panas berlebihan.
Situs edukasi Battery University yang sering dijadikan rujukan para insinyur baterai, menyarankan agar pengguna menghindari pengisian penuh terus-menerus dan menjaga level baterai agar tidak turun di bawah 20%.
Menurut mereka, siklus pengisian baterai lebih awet jika dilakukan di kisaran 20% sampai 80%.
Selain itu, baterai yang dibiarkan dalam kondisi penuh 100% untuk waktu lama juga berisiko mengalami degradasi akibat overcharge meski perangkat modern sudah punya fitur pengaman untuk mencegahnya.
- Isi baterai saat mencapai 20% hingga 80%
Hindari mengisi daya hingga penuh setiap waktu, dan jangan biarkan baterai sampai benar-benar habis.
Baca Juga: 6 Inovasi Teknologi Canggih yang Meningkatkan Hasil Panen Petani Modern - Gunakan charger asli atau berkualitas
Charger resmi memiliki fitur pengaman yang mengatur arus dan tegangan sesuai kebutuhan baterai. - Jangan mengisi baterai dalam suhu panas berlebihan
Suhu tinggi saat pengisian bisa mempercepat reaksi kimia yang merusak baterai. - Cabut charger saat baterai sudah cukup
Meski perangkat modern punya proteksi, tetap baik untuk tidak membiarkan baterai terus terisi 100% dalam waktu lama.
Mengisi baterai sampai 100% sesekali memang tidak masalah, tapi jika dijadikan kebiasaan rutin, hal ini dapat mempercepat penurunan performa baterai.
Riset ilmiah membuktikan bahwa pengisian baterai di kisaran 20-80% jauh lebih optimal untuk memperpanjang umur baterai lithium-ion.
Baca Juga: OpenAI Rilis Codex, Asisten Coding Berbasis AI Terbaru dalam ChatGPT
Dengan mengadopsi pola pengisian yang tepat, pengguna dapat menghemat biaya penggantian baterai dan menjaga perangkat kamu tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT).
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira