JP Radar Kediri - Mempelajari bahasa baru adalah salah satu tujuan yang banyak dimiliki orang, namun sering kali sulit tercapai. Platform seperti Duolingo telah populer karena pendekatannya yang menggabungkan permainan dalam proses belajar bahasa.
Kini, Google pun meluncurkan fitur serupa dengan pendekatan uniknya, memperkenalkan alat pembelajaran bahasa yang didorong oleh AI Gemini yang disebut "Little Language Lessons".
Fitur ini dikemas dalam bentuk tiga eksperimen pembelajaran yang mudah dicerna dan langsung digunakan. Google menjelaskan, Little Language Lessons adalah kumpulan dari tiga eksperimen pembelajaran bahasa yang didukung oleh model AI Gemini.
Tujuannya adalah untuk memberikan tips bahasa yang relevan sesuai dengan konteks yang sedang dihadapi pengguna, seperti ketika mengunjungi restoran, naik pesawat, atau menghadapi masalah perjalanan seperti paspor hilang.
Salah satu eksperimen, Tiny Lesson, memungkinkan pengguna untuk memasukkan bahasa yang ingin dipelajari serta konteks yang sedang dihadapi. Setelah itu, pengguna akan mendapatkan kosakata, frasa, dan tips berguna seputar topik-topik tertentu, seperti cara berbicara sopan atau menyusun permintaan.
Setiap bagian juga menyediakan tombol "See More" yang memungkinkan pengguna mengakses lebih banyak kosakata dan frasa, memberikan gambaran cepat mengenai kata-kata kunci yang dibutuhkan dalam aktivitas yang sedang dijalani.
Baca Juga: Bingung cari Smart TV? Inilah Rekomendasi Smart TV Terbaik 2025 Lengkap dengan Spesifikasinya
Selain itu, ada juga eksperimen bernama Slang Hang yang cocok bagi mereka yang ingin berlatih bahasa dengan cara yang lebih alami dan kasual.
Dalam eksperimen ini, pengguna dapat mendengarkan percakapan yang disimulasikan antara dua penutur asli, lengkap dengan slang dan frasa sehari-hari yang jarang ditemukan dalam buku teks.
Tersedia juga opsi untuk menerjemahkan setiap bagian teks, sehingga pengguna bisa memahami frasa-frasa yang mungkin belum dikenali.
Baca Juga: Mengungkap Keunggulan OPPO Find N5: Ponsel Lipat Tertipis dengan Pengisian Daya 80W
Fitur paling menarik dari ketiganya mungkin adalah Word Cam. Dengan menggunakan kamera ponsel, eksperimen ini memungkinkan pengguna untuk memotret objek di sekitarnya, kemudian menampilkan kata-kata yang menggambarkan objek tersebut dalam bahasa yang dipilih.
Ini merupakan cara cepat untuk memperoleh kosakata relevan berdasarkan apa yang terlihat di sekitar pengguna.
Saat ini, jumlah bahasa yang didukung masih terbatas, tergantung eksperimen yang dipilih, namun mencakup bahasa-bahasa seperti Mandarin, Prancis, Spanyol, Jerman, Inggris, Portugis, dan Rusia.
Beberapa bahasa juga menyediakan pilihan dialek, seperti Austria untuk bahasa Jerman atau Argentina untuk bahasa Spanyol, sehingga mendukung lokalitas lebih lanjut.
Baca Juga: Mobil Listrik dengan Teknologi Fast Charging Terkini, Isi Ulang Hanya 10 Menit!
Little Language Lessons dapat dicoba melalui Google Labs, meskipun Google mengingatkan pengguna bahwa fitur ini masih berada pada tahap eksperimen awal. Oleh karena itu, konten yang dihasilkan oleh AI sebaiknya diperiksa kembali dengan sumber yang dapat dipercaya.
Dengan hadirnya fitur ini, Google berharap dapat memberikan pengalaman belajar bahasa yang lebih menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Penulis : Asyfa Maulidina