JP Radar Kediri - Meta, perusahaan teknologi yang dikenal lewat Facebook, Instagram, dan Whatsapp, kini semakin serius masuk ke dunia kecerdasan buatan (AI).
Dalam acara konferensi pengembang pertamanya yang bernama LlamaCon, Meta secara resmi memperkenalkan Meta AI, aplikasi baru yang menggantikan Meta View yaitu aplikasi sebelumnya yang digunakan pada kacamata pintar Ray-Ban Meta.
Langkah ini menunjukkan bahwa Meta mulai memperluas penggunaan AI-nya, tak hanya untuk perangkat tertentu seperti kacamata pintar, tapi juga sebagai aplikasi mandiri yang bisa digunakan siapa saja lewat ponsel.
Baca Juga: Mengungkap Keunggulan OPPO Find N5: Ponsel Lipat Tertipis dengan Pengisian Daya 80W
Menariknya, peluncuran aplikasi ini diumumkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, melalui Instagram hanya beberapa jam sebelum acara dimulai.
Meta AI bukan sekadar chatbot biasa. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengobrol langsung dengan AI menggunakan suara, mirip seperti asisten virtual.
Selain itu, ada fitur baru bernama “Discover” atau umpan penemuan sosial, di mana pengguna bisa melihat berbagai interaksi unik antara pengguna lain dengan Meta AI.
Baca Juga: Simak Keunggulan Tecno CAMON 40 Pro 5g yang Akan Rilis 29 April 2025 di Indonesia
Misalnya, pengguna bisa melihat gambar-gambar menarik yang dibuat dengan bantuan AI, pertanyaan-pertanyaan kreatif yang diajukan, hingga jawaban lucu atau pintar dari chatbot.
Fitur ini tidak seperti umpan di Instagram atau Facebook yang berisi unggahan teman, tapi lebih fokus untuk menampilkan ide-ide dan inspirasi dari pengguna lain yang berinteraksi dengan AI.
Dengan fitur ini, Meta berharap aplikasi Meta AI bisa menjadi tempat eksplorasi dan pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus membedakan diri dari platform media sosial lainnya.
Baca Juga: 5 Kecerdasan Buatan AI yang Siap Bikin Hidupmu Super Produktif
Namun, di tengah antusiasme terhadap aplikasi barunya, banyak pihak berharap Meta juga memperkenalkan model AI baru dalam keluarga Llama 4. Sayangnya, tidak ada model baru yang diumumkan dalam LlamaCon kali ini.
Meta hanya menegaskan kembali keberadaan dua model yang telah diperkenalkan sebelumnya, yakni Scout dan Maverick. Scout adalah model yang lebih ringan dan dirancang untuk berjalan dengan efisien menggunakan satu GPU, sementara Maverick merupakan versi yang lebih kuat.
Sempat muncul klaim bahwa Maverick mengungguli model AI canggih lainnya seperti GPT-4 milik OpenAI. Namun, setelah ditelusuri, ternyata hasil pengujian tersebut menggunakan versi Maverick yang sudah dioptimalkan khusus, bukan yang tersedia untuk umum.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan keakuratan perbandingan performa antar model AI.
Meskipun tidak membawa kejutan besar dari sisi model, Meta tetap membawa kabar baik bagi para pengembang. Dalam konferensi tersebut, Meta memperkenalkan platform API Llama yang memungkinkan pengembang membangun aplikasi dengan menggunakan model Llama 4.
Baca Juga: Google Luncurkan DermAssist, AI Canggih untuk Cegah Kanker Kulit Sejak Dini! Begini Cara Kerjanya
Pengembang yang tertarik kini bisa mengajukan akses awal dan mencoba fitur-fitur seperti inferensi cepat dengan model Scout dan Maverick. Menariknya, Meta memastikan bahwa data yang dimasukkan melalui API tidak akan digunakan untuk melatih model AI, sehingga pengembang yang mengutamakan keamanan dan privasi data bisa merasa lebih tenang.
Peluncuran Meta AI dan pengumuman API Llama memang belum mampu menempatkan Meta sebagai pemimpin dalam persaingan AI global. Perusahaan-perusahaan lain seperti OpenAI, Google, dan DeepSeek sudah terlebih dahulu meluncurkan model-model AI yang lebih maju dan kompleks.
Namun, Meta memiliki keunggulan yang tidak bisa diabaikan yaitu ekosistem pengguna yang sangat besar melalui aplikasi seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam platform yang sudah dikenal luas, Meta memiliki peluang besar untuk mempercepat adopsi AI oleh masyarakat umum.
Baca Juga: Mau Jadi Data Analyst? Ini 6 Tools yang Harus Kamu Kuasai!
Walau belum sepenuhnya unggul dalam hal inovasi teknis, Meta mengambil langkah yang jelas menuju masa depan. Aplikasi Meta AI dengan fitur sosialnya bisa menjadi awal dari cara baru dalam berinteraksi dengan kecerdasan buatan.
Jika terus dikembangkan, bukan tidak mungkin Meta AI akan menjadi salah satu wajah baru dari teknologi AI yang lebih inklusif dan mudah digunakan oleh siapa saja.
Penulis : Asyfa Maulidina