JP Radar Kediri – Setelah awal rilis pada Senin, 27 Januari 2025, diketahui DeepSeek telah menjadi platform AI dengan unduhan teratas di Apple Store terutama di Amerika.
AI buatan China ini digadang-gadang memiliki sederet keunggulan dan sistemnya yang canggih.
Patform ini dapat melakukan tugas penalaran pada level yang sama seperti ChatGPT.
Namun dalam proses pengembangannya, DeepSeek diklaim jauh lebih rendah biaya serta menggunakan lebih sedikit sumber daya. Tersedia secara gratis dan telah merilis Chatbot yang disinyalir mampu melampaui Chat-GPT.
Berikut kelebihan DeepSeek dibanding ChatGPT dan Meta AI:
1. Harga Lebih Murah
Tersedianya fitur secara gratis, DeepSeek dinilai lebih terjangkau ketimbang aplikasi open AI lain seperti ChatGPT dan Meta AI.
Deepsek menjadi system yang murah, sehingga dapat mengguncang pasar saham Asia dengan banyaknya investor yang mendukung perusahaan AI tersebut.
Baca Juga: Apa Itu DeepSeek? AI Buatan China yang Bisa Bikin Saham Anjlok
Kemampuannya yang dapat mengadopsi strategi yang berfokus pada efisiensi untuk memperbaiki arsitektur model, sangat menguntungkan utamanya dirasakan masyarakat AS.
2. Memiliki Performa yang Lebih Baik
Keunggulan DeepSeek lainnya adalah performanya yang diklaim lebih unggul dari beberapa tolok ukur.
Persoalan matematika dan MMLU untuk pengetahuan umum sangat mudah ditemukan informasinya menggunakan AI ini.
Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya DeepSeek dalam Chatbot Arena yang berafiliasi dengan UC Berkeley, kategori aplikasi AI dengan performa terbaik.
3. Penalaran yang Lebih Kuat
Jika dibandingkan dengan aplikasi Open AI lainnya, DeepSeek diklaim memiliki penalaran yang jauh lebih kuat.
Hal ini karena Deepseek menggunakan desain teknis seperti multihead latent attention (MLA) dan kombinasi pakar, yang membuat model ini lebih hemat biaya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah