Mengapa Poster dan Menu Hasil AI Terasa Mengganggu? Fenomena yang Mulai Disadari Banyak Orang

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi ketergantungan AI
Ilustrasi ketergantungan AI

JP Radar Kediri - Sekarang ini teknologi sudah sangat berkembang. Khususnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, dengan adanya AI ini banyak orang merasa terbantu karena bisa memudahkan pekerjaan.

Teknologi AI sudah mengubah beberapa aspek kehidupan, termasuk dalam bidang desain grafis untuk sarana pemasaran. Kini siapa saja dapat dengan mudah membuat poster menu atau katalog dengan bantuan AI.

Dengan memasukkan beberapa kalimat perintah (prompt) ini, hasil yang kita inginkan akan muncul dengan cepat dan mudah tanpa pengalaman sebagai desainer.

Kemudahan penggunaan AI ini diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, pemilik kafe atau restoran, dan beberapa perusahaan yang memilih kemudahan ini untuk mendapatkan hasil instan dan tidak menambah biaya lebih besar. Poster-poster hasil AI ini sering kita temui di media sosial, platform pemesanan online, bahkan di jalanan sekalipun.

Namun, perlu diketahui juga bahwa poster hasil generative AI ini juga memiliki kekurangan. Hasil desain yang muncul terlihat tidak realistis. Tulisan pada poster tidak rapi dan foto produk yang dihasilkan terlihat tidak realistis. Sehingga hasil-hasil ini sangat mudah dikenali sebagai hasil bantuan daripada AI.

Baca Juga: 5 Cara AI (Kecerdasan Buatan) Diam-Diam Mengubah Hidup Sehari-hari Kita

Hal ini membuat beberapa orang yang menyadarinya merasa kurang yakin dan menjadi salah satu alasan daya tarik untuk membeli turun. Pembeli merasa kesan bisnis yang dijalani tidak serius dan kurang profesional.

Padahal, jika dibandingkan, pembeli akan lebih percaya dengan foto produk asli daripada melihat hasil generate AI, karena foto produk asli adalah identitas mutlak dari produk itu sendiri, bukan diubah tampilannya oleh AI.

Gaya visual yang dihasilkan oleh AI ini sangat khas, sehingga mudah dikenali meskipun tidak dilihat secara detail. Terlalu sering melihat gambar hasil AI otak akan menjadi terbiasa, sehingga bagian kecil yang mungkin tidak disadari bisa saja itu adalah kejanggalan yang dihasilkan oleh AI.

AI mungkin memang alat tercepat dalam membantu membuat desain, tapi lebih baik AI digunakan sebagai pemberi ide konsep awal dan tidak digunakan untuk hasil akhir tanpa koreksi atau revisi.

Mungkin pelaku UMKM atau pemilik kafe dan restoran bisa menggunakan foto produk asli untuk pembuatan katalog. Memeriksa ulang tulisan pada desain yang sudah jadi.

Hindari penggunaan AI yang berlebihan, apalagi mengubah branding logo produk yang sudah tersedia.

Baca Juga: YouTube Tingkatkan Iklan Pakai Kecerdasan Buatan, Penonton Makin Sulit Menghindar

AI memang memberikan kemudahan dalam pembuatan materi promosi, tapi yang dihasilkan tidak selalu sempurna. Perlu lebih bijak menggunakan bantuan AI ini, sebab tidak semuanya harus dikerjakan dengan AI.

Penulis : Ulyatul Ula

Universitas Nusantara PGRI Kediri

 

Editor : Shinta Nurma Ababil
Artifical Intelligence ai kecerdasan ai kecerdasan buatan