Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Berdakwah lewat Laku

Redaksi Radar Kediri • Minggu, 16 November 2025 | 06:08 WIB

ILUSTRASI: Sudut Pandang
ILUSTRASI: Sudut Pandang
Kediri kembali menjadi perbincangan luas. Sebelumnya muncul lautan protes dari para santri akibat tayangan salah satu stasiun televisi swasta yang dianggap menyinggung Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Anwar Manshur. November ini,  warganet kembali membicarakan Kediri karena tayangan video-video Gus Elham mencium anak-anak di pengajiannya.

Potongan-potongan video tidak patut dilakukan oleh pendakwah itu viral. Dibagikan oleh banyak akun media sosial. Mayoritas menilai aksi Elham mencium anak-anak di pengajiannya itu tidak pantas. Bahkan, ada yang menganggapnya sebagai pelecehan dan child grooming.

Aksi Elham juga memicu reaksi dari banyak tokoh Nahdlatul Ulama. Mereka kompak menyebut hal itu tak pantas dilakukan oleh pendakwah. Sosok yang seharusnya memberi teladan kepada jemaahnya.

Sadar menjadi pemicu kegaduhan, Elham sudah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. Hal serupa juga dilakukannya di depan sekitar 200 jemaah yang menghadiri pengajian rutin Kamis malam di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, rumah sekaligus pesantrennya.

Para jemaah yang hadir di majelis taklim Ibadallah tetap memberi dukungan. Meski jumlahnya tak sebanyak pengajian rutin sebelumnya yang mencapai ribuan, jemaah yang bertahan ini memilih mendukung sosok Elham. Mereka percaya sang pendakwah tidak seburuk postingan-postingan di media sosial.

Terlepas dari pro kontra yang muncul, aksi yang dilakukan Elham tetap tidak bisa dibenarkan. Bahkan, meski orang tua dari anak yang dicium tidak mengajukan protes atau memerkarakannya ke kepolisian, praktik mencium anak disertai kata-kata yang kurang patut itu, tidak layak diucapkan oleh pendakwah. Orang yang melakukan syiar Islam.

Para pendakwah, tidak hanya harus pandai mengutip hadis dan ayat-ayat Alquran yang dipahaminya. Ada beban berat di pundaknya untuk bisa memberi contoh kepada para jemaah. Baik melalui ucapan dan tingkah lakunya.

Tak ubahnya guru, pendakwah seperti Elham harus bisa menanamkan karakter yang baik bagi jemaahnya. Aksi mencium anak seperti yang banyak beredar, akan berdampak buruk jika ditirukan oleh para jemaah. Lebih luas lagi, hal tersebut kontraproduktif dengan ajaran Islam.

Permintaan maaf saja, bagi banyak orang dianggap masih belum cukup. Elham harus benar-benar menunjukkan komitmennya kepada masyarakat, atau setidaknya jemaahnya, untuk memperbaiki diri. Menunjukkan kepada khalayak jika dia memang bersungguh-sungguh mau berubah.

Ketulusannya untuk mengakui kesalahan dan melakukan perbaikan, lambat laun akan mendapat penilaian. Sekaligus itu juga memberi teladan kepada para jemaah tentang kerendahan hati.

Insiden yang menimpa Elham ini bisa jadi pembelajaran bagi pendakwah-pendakwah lain. Mereka harus mengasah kemampuannya untuk ‘berdakwah’ melalui tingkah laku. Satu tataran yang sulit di era serbadigital seperti sekarang. Sebab, setiap perbuatan dan perkataan  akan meninggalkan jejak yang tidak mudah dihapus atau ditutup. Sebaliknya, bisa muncul kembali setiap saat.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.



Editor : rekian
#Elham Yahya #nahdatlul ulama #Desa Kaliboto #kecamatan tarokan #pendakwah #Gus Elham #pesantren