Bukan Sekadar Kejurprov Wushu, Tetapi Ajang Membentuk Karakter Atlet

Emilia Susanti • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:49 WIB
AJANG BERGENGSI: Wali Kota Kediri Vinanda (tengah), Wawali Gus Qowim (kanan), Waketum I KONI Jatim M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti membuka Kejurprov Wushu di GOR Jayabaya, Kota Kediri. (FOTO: Emilia/JPRK)
AJANG BERGENGSI: Wali Kota Kediri Vinanda (tengah), Wawali Gus Qowim (kanan), Waketum I KONI Jatim M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti membuka Kejurprov Wushu di GOR Jayabaya, Kota Kediri. (FOTO: Emilia/JPRK)

JP Radar Kediri - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur (Jatim) dan Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional Piala Wali Kota Kediri 2026 mendapat apresiasi besar dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur.

Penyelenggaraan kejuaraan ini sukses menarik antusias para atlet di Tanah Air. Ribuan atlet turun di berbagai nomor pertandingan dan kategori. Baik dari taolu maupun sanda.

Pada Jumat kemarin (16/10), agenda kejuaraan dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Tak sendiri, Wakil Ketua Umum I KONI Jatim sekaligus Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Jatim M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti juga tampak hadir.

Selain itu, turut datang Bendahara Umum KONI Jatim Jasmono dan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Jatim Dudi Harjantoro. Tentu saja juga Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko dan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Kediri Un Achmad Nurdin.

"Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Kediri menjadi tuan rumah. Insyaallah dari hasil kejurprov ini jadi persiapan untuk porprov tahun depan, dari porprov, atlet-atlet itu akan diseleksi untuk persiapan PON (Pekan Olahraga Nasional)," ujar Ketua Pengprov Wushu Indonesia Jatim M. Ali Affandi Lan Nyalla Mahmud Mattalitti yang biasa disapa Andi.

Baca Juga: Atlet Tenis Meja Kota Tahu Bidik Medali Perak, Ingin Tambah Sesi Latihan

Dia menuturkan, olahraga wushu bukan sekadar ajang untuk mencari prestasi. Lebih dari itu, wushu juga mengajarkan tentang karakter. Terutama untuk para generasi penerus bangsa. Baik dari wushu taolu maupun sanda, seorang atlet akan menjadi seseorang yang tangguh di kemudian hari.

"Wushu ini ajang untuk meningkatkan kapasitas diri, bukan hanya dari segi teknis keolahragaan, tetapi kapasitas karakter," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengaku bangga dengan dipercayanya Kota Kediri sebagai tuan rumah kejurprov wushu. Dia berharap kejuaraan ini bisa menjadi motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan potensinya.

"Saya berharap ini bisa menjadi wadah pembinaan karakter anak-anak sekaligus wadah untuk meningkatkan kemampuan anak-anak atlet wushu," harapnya.

Kemudian, Ketua Panitia sekaligus Ketua Harian Pengurus Kota Wushu Indonesia Kediri Deddy Setiawan menerangkan bahwa kejuaraan yang berlangsung di GOR Jayabaya ini telah diikuti sebanyak 1.306 atlet.

BERBAKAT: Atlet Puslatda Wushu kategori taolu menampilkan skill terbaiknya saat pembukaan kejurprov. (FOTO: Emilia/JPRK)
BERBAKAT: Atlet Puslatda Wushu kategori taolu menampilkan skill terbaiknya saat pembukaan kejurprov. (FOTO: Emilia/JPRK)

 

Diantaranya ada yang mengikuti Kejurprov Jatim. Lalu sebagian lainnya mengikuti Kejuaraan Tingkat Nasional Piala Walikota Kediri 2026.

Sementara itu, peserta untuk kategori wushu taolu ada sekitar 900 atlet, sedangkan 300 sisanya turun di kategori wushu sanda.

"Melalui kejuaraan ini, kami ingin mendorong lahirnya atlet-atlet wushu yang semakin berkualitas, bermental juara, menjunjung tinggi sportivitas, serta memiliki kedisiplinan dan karakter yang kuat," ujar pria yang akrab disapa Deddy tersebut.

Baca Juga: Empat Kemenangan Beruntun Atletico Hadang Manchester United yang Pincang di Metropolitano

Lebih dari itu, kejuaraan ini menurutnya bukan hanya ajang untuk meningkatkan prestasi olahraga. Melainkan juga wujud dari pengembangan sport tourism di Kota Kediri. Dengan adanya kejuaraan, Deddy berharap sektor ekonomi lainnya turut terdongkrak. Mulai dari perhotelan, UMKM, transportasi, dan lainnya. (em/tar)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
koni jatim kejurprov wushu kejuaraan wushu wushu indonesia koni kota kediri