JP Radar Kediri–Hyrox menjadi salah satu event bergengsi banyak pegiat olahraga. Mulai atlet, influencer, hingga publik figure banyak yang turun untuk meramaikan.
Lantas, apakah masyarakat biasa boleh turut serta?
“Orang umum sangat bisa ikut,” terang Eka Cahaya Ningrum, peserta AirAsia Hyrox Jakarta 2026.
Wanita yang merupakan mantan atlet atletik berprestasi Kota Kediri itu menjelaskan bahwa Hyrox merupakan kompetisi kebugaran untuk semua tingkat kemampuan.
Dia menyebutnya fitness for everyone. Artinya, peserta tidak harus dari atlet profesional.
Baca Juga: Dari Hyrox, Eka Cahaya Rajut Mimpi Kembali ke Panggung PON: Pantang Puas, Kejar Limit Diri
“Mulai dari pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga pecinta olahraga kasual,” lanjut wanita yang akrab disapa Eka tersebut.
Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa Hyrox memiliki perbedaan dengan olahraga lainnya. Beda utamanya pada keseimbangan antara kekuatan dan stamina.
Yang mana, sifatnya memang sudah terukur. Karenanya, Eka mengibaratkan Hyrox seperti ujian akhir dari latihan gym.
“Bisa dibilang, Hyrox adalah olahraga yang paling menggambarkan kebugaran tubuh manusia,” lanjutnya.
Baca Juga: Sosok Amiruddin Sholeh Atlet Cerebral Palsy yang Menjuarai Berbagai Nomor Atletik
Mengenai teknis Hyrox, dia menyebut ada delapan tantangan yang harus diselesaikan oleh setiap peserta.
Nah, setiap sesi tantangannya tersebut diisi dengan lari. Sederhananya, setiap menuju tantangan berikutnya, setiap peserta harus berlari sejauh satu kilometer.
Pada tantangan pertama, peserta harus melakukan aktivitas olahraga pada alat SkiErg.
Yaitu latihan mendayung vertikal sejauh 1.000 meter. Setelah berlari satu kilometer, peserta harus menaklukkan tantangan Sled Push.
Yakni gerakan menarik kereta beban menggunakan tali sejauh 50 meter.
Selanjutnya adalah alat Burpee Broad Jump, yaitu lompat jauh dari posisi burpee sejauh 80 meter.
Kemudian RowErg, yakni mendayung di mesin simulator dayung sejauh 1.000 meter.
Lalu, peserta diminta untuk berjalan dua beban berat di tangan sejauh 200 meter. Istilahnya tantangan Farmers Carry.
Lebih lanjut, tantangan selanjutnya adalah Sandbag Lunges. Yaitu berjalan lunge dengan karung pasir di pundak sejauh 100 meter.
Terakhir adalah Wall Balls, melempar bola beban ke target dinding sebanyak 100 kali.
Baca Juga: Sepuluh Atlet Atletik Kota Kediri Ikuti Kejurnas, Tak Sebut Target Agar Membebani
Perlu diingat lagi, setiap menuju tantangan satu ke tantangan berikutnya, peserta harus berlari sejauh satu kilometer. Bisa dibayangkan seberapa lelahnya bukan?
“Format perlombaan Hyrox ini selalu sama di seluruh dunia. Yaitu peserta harus berlari sejauh satu kilometer, lalu menyelesaikan satu stasiun latihan fungsional. Dalam hal ini tidak menerapkan batas waktu gugur atau time cap. Peserta dipastikan bisa menyelesaikan hingga garis akhir sesuai dengan kecepatan dan ritme kemampuan masing-masing,” ujar Eka.
Lantas, apakah di Kediri sudah ada tempat untuk berlatih Hyrox?
“Secara resmi, belum ada pusat latihan Hyrox resmi di Kediri,” jawab Eka.
Namun demikian, beberapa tempat pusat kebugaran di Kediri telah menyediakan latihan High-Intensity Interval Training (HIIT) dan latihan beban fungsional.
Menurutnya, gerakan tersebut mirip dengan konsep dasar Hyrox.
Editor : Ayu IsmawatiSumber : Radar Kediri