KEDIRI, JP Radar Kediri - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur beberapa waktu lalu mengumumkan terkait batas usia maksimal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim X 2027. Yaitu 25 tahun. Batas ini dinaikkan dari sebelumnya yaitu 23 tahun.
Menanggapi regulasi tersebut, Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko tampak semringah. Sebab, itu membawa keuntungan untuk Kota Tahu.
Bahkan, dia semakin yakin bahwa target 85 medali emas bisa tercapai dengan diterapkan regulasi baru tersebut.
"Akhirnya menguntungkan. Secara prestasi di Malang Raya kan itu usia maksimal 23, lha ini masih bisa main semua untuk di porprov 2027," kata laki-laki yang akrab disapa Koko tersebut.
Kendati demikian, pihaknya tidak langsung memasukkan para atlet ke dalam program pemusatan latihan kota (puslatkot). Mereka baru akan masuk ke program puslatkot di tahun depan.
Toh, itu tak membuat kemampuan para atlet Kota Kediri menurun. Sebab, banyak diantaranya mengikuti program latihan di pemusatan latihan daerah (puslatda).
"Kayak atlet atletik, kemarin juara porprov, ternyata sekarang maksimal 25 tahun, ya akhirnya bisa main lagi. Nah ini sebuah keuntungan," jelasnya.
Meski begitu, regulasi batas usia ini tak mutlak berlaku untuk seluruh cabang olahraga (cabor). Sebab, setiap cabor bisa menentukan kebijakannya sendiri-sendiri. Misalnya saja taekwondo. Hingga saat ini, cabor masih menunggu aturan terbaru mengenai batas usia atlet.
"Kami masih menunggu dari pengprov (pengurus provinsi). Siapa tahu pakai aturan yang 25 tahun," kata Ilham Raya Saputra, pelatih taekwondo Kota Kediri.
Selain itu, cabor futsal juga masih menunggu regulasi resmi dari pengurus di Provinsi Jawa Timur. Oleh karenanya, para pengurus di Kota Kediri masih urung untuk menyiapkan tim futsal. Begitupula pengurus yang ada di Bumi Panjalu.
"Regulasi resminya belum keluar," kata Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Kediri Rizky Akbar Pradana.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata memandang regulasi batas usia 25 tahun memiliki sisi positif dan negatifnya.
Sebab, sebagian atlet-atlet saat ini memiliki aktivitas pendidikan di luar Kediri. Sehingga, ada kemungkinan para atlet sudah meninggalkan program latihannya.
Meski begitu, pihaknya tetap mendata ulang para atlet-atlet yang masih masuk dalam usia porprov. Mereka akan dipanggil lagi dalam tes parameter yang diagendakan pada November mendatang.
Jika secara teknik dan fisik mumpuni, maka para atlet akan kembali masuk dalam program puslatkab.
"Kami akan lihat dulu dari hasil monev (monitoring dan evaluasi) dari teman-teman. Jadi memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami," tandas Hakim. (em)
Sumber : Radar Kediri