Sukses Grasstrack, IMI Siapkan Road Race dan Pantau Perkembangan Atlet untuk Porprov Jatim

Emilia Susanti • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:02 WIB
Atlet Grasstrack Kabupaten Kediri beraksi. (IMI Kabupaten Kediri)
Atlet Grasstrack Kabupaten Kediri beraksi. (IMI Kabupaten Kediri)

JP Radar Kediri - Olahraga ekstrem grasstrack di Kabupaten Kediri mencatatkan prestasi yang mengejutkan pada ajang pekan olahraga provinsi (porprov) tahun lalu.

Siapa sangka, para atlet Bumi Panjalu berhasil membawa pulang enam medali. Yaitu satu medali mas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu. Tak ayal, olahraga otomotif ini bak cabang olahraga (cabor) unggulan baru di Bumi Panjalu.

Menariknya, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kediri saat ini tengah berusaha melebarkan sayapnya. Tak hanya berprestasi di nomor grasstrack, melainkan juga pada nomor road race.

Ketua IMI Kabupaten Kediri Tri Priyo Nugroho menyebut, pihaknya kini tengah menyiapkan dua atlet untuk turun di nomor road race. "Masih kami lihat perkembangannya, nanti di bukan 12 kami lihat apakah atlet tersebut sudah layak diikutkan atau tidak," terang pria yang akrab disapa Nugroho tersebut.

Baca Juga: Liputan Khusus Hari Olahraga: Mampukah Kediri Raya Jadi Tuan Rumah Porprov Jawa Timur XI 2029?

Dia menerangkan, IMI Kabupaten Kediri sejatinya memiliki atlet road race di porprov tahun lalu. Hanya saja, keduanya tidak bisa diturunkan lagi. Itu berkaitan erat dengan regulasi usia pada porprov. Karenanya, Nugroho harus mencari atlet baru untuk bisa turun di nomor road race.

"Jadi harus bina lagi," tekannya. Tantangan selanjutnya, Nugroho menyebut bahwa atlet road race saat ini masih harus menjalani latihannya di luar Kediri. Sirkuit terdekat untuk berlatih yaitu di Kota Blitar. Sementara, opsi lainnya adalah di kawasan Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Tantangan ini pun serupa dengan apa yang dialami atlet grasstrack. Yang mana, atlet harus menjalani latihannya di Tulungagung. Kendati demikian, situasi itu tak menyurutkan IMI Kabupaten Kediri itu meraih gelar juara umum pada porprov tahun depan.

"Insyaallah, selama anak-anak masih bisa diatur, karena saya berjuang di sini akan percuma apabila anak-anaknya tidak saling membantu. Kalau anak-anaknya nggak niat, ya nggak bisa. Jadi, menjadi juara memang harus satu suara," ujarnya dengan serius.

Terlepas dari itu, olahraga otomotif grasstrack dan road race ini sangatlah berbeda. Pada olahraga grasstrack, lintasan yang digunakan adalah berupa tanah off-road. Sementara, road race dimainkan pada lintasan beraspal. Praktis, skill yang harus dikuasai oleh atlet juga akan berbeda pula.

Meski begitu, aspek safety tetap menjadi yang paling utama ditekankan pada setiap pebalap. Nugroho menyebut, dua nomor tersebut sama-sama memiliki risiko yang tinggi. Dan paling fatal adalah kematian. Karenanya, olahraga ini tergolong ekstrem.

"Sebisa mungkin harus meminimalisir cedera. Jadi, tetap mengutamakan safety. Karenanya perlu memahami bagaimana teknik berkendara yang benar terlebih dahulu. Setelahnya bagaimana bisa menjadi juara," tandasnya. (em/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
grasstrack kediri atlet grasstrack IMI Kabupaten Kediri Road Race Kediri Tri Priyo Nugroho