Pengcab Orado Kota Kediri Rebranding Domino Jadi Olahraga Otak, Bukan Judi

Andhika Attar Anindita • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:20 WIB
Pengurus KONI Kota Kediri bersama Pengcab Orado Kota Kediri.
Pengurus KONI Kota Kediri bersama Pengcab Orado Kota Kediri.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Olahraga Domino (Orado) kini mulai menatap era baru. Di bawah naungan Pengurus Cabang (Pengcab) Orado Kota Kediri, permainan yang identik dengan suasana ronda dan stigma negatif perjudian tersebut didorong naik kelas.

Kini, permainan domino perlahan menjelma menjadi cabang olahraga (cabor) prestasi berbasis kecerdasan otak.

Pendekatan kultural menjadi langkah awal yang diambil Pengcab Orado Kota Kediri untuk memasyarakatkan cabor baru ini.

Sejatinya publik sudah mengenalnya secara. Hanya saja, selama ini domino dikenal sebagai permainan. Bahkan, identik dengan praktik perjudian dan hal negatif lain.

Baca Juga: Baru Terbentuk, Cabor Gulat Yakin Raih Medali Porprov

Ketua Pengcab Orado Kota Kediri Imam Wihdan Zarkasyi menegaskan, misi utama organisasi yang dipimpinnya adalah mengikis kultur buruk tersebut.

Dia ingin menghapus persepsi miring yang selama ini melekat pada permainan domino di tengah masyarakat.

“Stigma domino yang melekat dengan praktik judi harus dihilangkan. Salah satunya dengan menaikkan level dan branding baru domino sebagai olahraga otak,” tegas Imam.

Edukasi teknik permainan dengan standarisasi nasional terus masif dilakukan. Tak hanya di tingkat Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Provinsi (Pengprov) saja.

Sederet program dan kegiatan telah disiapkan oleh Pengcab Orado Kota Kediri. Mulai dari memanfaatkan momen Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho hingga menggelar kompetisi antarpelajar tingkat SMA/SMK se-Kota Kediri. 

Langkah ini diambil untuk mengenalkan regulasi dan hukum permainan resmi yang jauh berbeda dengan cara main tradisional.

“Kami naikkan kelas agar tidak terkesan kampungan. Soal hukum dan cara mainnya juga berbeda dari yang biasa di masyarakat,” ujar politisi Partai Golkar Kota Kediri tersebut.

Pria yang mengenal permainan ini sejak masa kuliah itu menjelaskan, domino sebagai cabor memiliki dampak positif bagi pembentukan mental dan karakter.

Tak hanya melatih daya pikir dan konsentrasi. Orado menuntut kecerdikan serta penyusunan strategi yang terukur layaknya cabor catur. 

“Kami kemas lewat Domino 101. Ini sangat cocok untuk kalangan pelajar dan anak muda,” ucap anggota DPRD Kota Kediri ini. Respons publik, khususnya kalangan muda, terbukti sangat positif.

Baca Juga: Cabor Kabaddi Kabupaten Kediri Makin Percaya Diri, Kirim Dua Atlet untuk Kejurnas

Dukungan akademik bahkan mulai mengalir. Salah satunya dari kampus IAIN Kediri yang membuka ruang prestasi bagi para atlet Orado.

Meski tergolong baru, Pengcab Orado Kota Kediri kini fokus mematangkan fondasi organisasi sebelum masuk ke tatanan struktural.

Target terdekat adalah membentuk beberapa klub hingga akhir tahun. Imam mempunyai harapan besar untuk menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcab) pada awal tahun mendatang.

“Target kami di 2027, Orado sudah bisa ikut dan dipertandingkan di Porprov, supaya di 2029 bisa masuk PON,” tandas Ketua Fraksi Golkar tersebut. (tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
pengcab orado kota kediri domino cabor judi kota kediri