Klub Tenis Melimpah namun Prestasi Atlet Susah, Harap Pelti Kota Kediri Gelar Event untuk Atlet Muda

Emilia Susanti • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Atlet tenis lapangan Kota Kediri dalam sesi latihan. (FOTO: Emilia/JPRK)
Atlet tenis lapangan Kota Kediri dalam sesi latihan. (FOTO: Emilia/JPRK)

JP Radar Kediri - Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Kediri harus bekerja ekstra untuk menyiapkan atlet untuk pekan olahraga provinsi (porprov) tahun depan. Pasalnya, beberap atlet memilih untuk hengkang. Lalu, sebagian lagi terbentur oleh batas usia. Belum lagi karena munculnya padel. Yakni olahraga yang memiliki kemiripan dengan tenis lapangan.

"Memang sekarang, tahu sendiri, ada kompetitornya kan sekarang ini. Tapi insyaallah masih jalan terus," kata Ketua Pelti Kota Kediri Agusdjin Farid.

Dia mengatakan, jumlah klub yang teregistrasi di Kota Kediri mencapai hampir 40 klub. Hanya saja, tak semua klub tersebut aktif. Pun hanya sebagian yang memiliki program pembinaan atlet usia dini.

Baca Juga: Sulistyo Wibowo, Legenda Tenis dan Harapannya Pada Atlet Muda

"(klub, Red) itu ya ada yang junior ada yang senior, ya macam-macam," ujarnya.

Kendati demikian, Pelti Kota Kediri tetap melakukan pencarian bibit atlet melalui klub-klub yang ada. Kini, ada belasan atlet potensial yang akan diproyeksikan bisa berprestasi. Tak sekadar menyiapkan atlet untuk porprov, Farid juga menyebut bahwa pihaknya juga berupaya menyediakan atlet pelapis.

"Kami siapkan berjenjang, porprov kan rata-rata 20 tahun, jadi kami siapkan ada yang 14 tahun untuk pelapis-pelapisnya," jelasnya.

Untuk diketahui, cabor tenis lapangan di Kota Kediri ini turut menyumbang perolehan medali pada porprov tahun lalu. Yakni berupa satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Perolehan ini berpotensi menurun apabila Kota Kediri tak segera menambalnya dengan atlet baru.

"Mudah-mudahan lebih baik lagi (prestasi, Red) karena kompetitornya juga semakin mempersiapkan diri," harap Farid.

Terpisah, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri Eko Agus Koko mengingatkan untuk pengurus cabor tenis lapangan segera berbenah. Terutama dalam hal pembinaan atlet usia dini. Salah satunya dengan menggelar kompetisi untuk atlet-atlet junior. Ini penting untuk meningkatkan gairah atlet muda mengingat cabor padel yang semakin eksis.

Baca Juga: Pembinaan Atlet Tenis Lapangan Membutuhkan Proses Panjang, Orang Tua Harus Lebih Bersabar

"Tenis lapangan itu harus sering mengadakan turnamen karena sekarang ada padel. Dan sudah ada yang pindah ke padel. Kalau tenis lapangan tidak segera berbenah untuk pembinaan usia dini, nanti sulit berprestasi di porprov," tuturnya.

Karenanya, Koko berharap Pelti Kota Kediri tak hanya mengadakan turnamen untuk para komunitas saja. Melainkan juga turnamen untuk atlet-atlet muda. Selain menjadi bagian dari pembinaan, turnamen ini juga penting agar atlet tak hengkang dari Kota Kediri.

"Kemarin sudah saya beri himbauan, jadi kalau bisa tetap mempertahankan medali emas yang kemarin diraih. Dengan turnamen-turnamen seperti ini kan bisa dikolaborasi untuk usia porprov dan usia setelah porprov. Jadi tidak hanya untuk komunitas," pesannya.

Lantas, apakah Pelti Kota Kediri punya rencana untuk menggelar turnamen untuk para pemain junior? "Insyaallah, insyaallah, insyaallah, nanti akan program untuk yang junior. Nanti dilain kesempatan karena jadwal yang junior itu banyak, ada di Surabaya dan lainnnya. Jadi kami ngambil waktu yang itu tidak bertabrakan," janji Farid. (*)

 
Editor : Mahfud
ATLET TENIS LAPANGAN KOTA KEDIRI PELTI KOTA KEDIRI tenis kota kediri koni kota kediri tenis lapangan