Sulistyo Wibowo, Legenda Tenis dan Harapannya Pada Atlet Muda

Emilia Susanti • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:19 WIB
Sulistyo Wibowo, mantan petenis nasional. (FOTO: Emilia/JPRK)
Sulistyo Wibowo, mantan petenis nasional. (FOTO: Emilia/JPRK)

Sulistyo Wibowo telah mengharumkan nama Indonesia di kancah tenis internasional. Kini, setelah gantung raket, perhatiannya tetap tercurah pada cabang olahraga ini. Terutama pada pembinaan petenis-petenis muda.

Sulistyo Wibowo, 57, legenda tennis lapangan Indonesia duduk bersantai di pinggir lapangan tennis yang ada di dalam kawasan Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur.

Pada Sabtu (22/8) pagi itu, dia sedang menunggu waktunya bermain. Yang mana, dia mendapatkan jadwal pertandingan pada partai ketiga. Sementara, saat didatangi, sedang berlangsung pertandingan partai pertama.

“Saya masih main nanti, partai ketiga saya main,” katanya untuk mengisyaratkan bahwa dirinya longgar untuk diwawancarai.

Tanpa basa-basi, Sulis-sapaan akrabnya mengaku bahwa turnamen yang diadakan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Kediri untuk para veteran ini merupakan turnamen pertamanya di Kediri. Bahkan, ini menjadi momen pertamanya menginjakkan kaki di Kediri.

“Seumur hidup saya, adanya turnamen ini yang bisa bikin saya ke Kediri. Karena skalanya nasional, saya datang ke sini,” aku petenis asal Jawa Barat tersebut.

Dia mengatakan, turnamen untuk para veteran memang ajeg dilakukan oleh Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI). Dia pun rutin mengikutinya. Karena, baginya, gantung raket bukan berarti dirinya berhenti untuk bermain tenis.

Untuk diketahui, Sulis merupakan petenis yang andal pada nomor ganda putra. Di era 1990-an, dirinya turun di berbagai ajang kejuaraan. Mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga ke SEA Games. Prestasinya pun tak perlu diragukan lagi. Hanya saja, semua masa itu sudah berlalu.

Karenanya, dia berharap turnamen untuk para pemain junior juga digalakkan. Termasuk di Kota Kediri. Ini penting untuk membuat pamor tenis tetap eksis. Apalagi, cabang olahraga (cabor) ini menemui tantangan tersendiri seiring dengan booming-nya padel.

“Dengan begitu tenis bisa lebih besar lagi, supaya banyak yang tertarik. Bila dibandingkan dengan padel memang lebih susah, tetapi jauh lebih aman ke badan kita,” katanya.

Selain itu, dia berharap pemerintah terus memberi dukungannya terhadap atlet-atlet muda. Menurutnya hal ini penting untuk memberikan suntikan semangan. Jika tidak, atlet akan tidak bergairah untuk meraih prestasi.

“Kalau difasilitasi oleh pemerintah, Insyaallah akan lebih banyak pemain. Jadi dukungan itu penting, kalau tidak ada sama sekali ya orang jadi males, ragu. Kalau pemerintah dukung, saya jamin atlet semangat,” tandasnya. (emilia susanti/fud)

Editor : Mahfud
PELTI KOTA KEDIRI mantan petenis indonesia mantan atlet tenis lapangan sulistyo wibowo tenis lapangan