Perjalanan Erika Rusnawati di dunia angkat berat memang berat. Berkali-kali merasakan kegetiran sebelum mampu menyabet medali. Kini, targetnya adalah memperbaiki prestasi sekaligus menembus level nasional.
Bagi Erika Rusnawati, angkat berat bukan sekadar olahraga. Tekadnya adalah serius menekuni cabang ini. Bertekad mendapatkan prestasi dari olahraga yang mengandalkan kekuatan ini.
“Adik saya kan di angkat besi, terus saya disuruh ikut. Awalnya saya nggak mau. Tapi setelah beberapa bulan saya akhirnya ikut. Tapi langsung di angkat beratnya,” cerita anak ketiga dari empat bersaudara itu.
Perjalanannya pun tak mulus. Bukan soal etos dan semangat berlatih, melainkan prestasi yang tak kunjung menghampiri. Turun di ajang regional pertama kali pada Porprov VII pada 2022 di Situbondo, dia zonk medali.
“Saya merasa down (semangatnya jatuh, Red),” ungkap wanita kelahiran 2005 tersebut.
Sang lifter berusaha bangkit. Berbekal dukungan dari lingkungan dia terus mengasah kemampuan dengan Latihan. Hingga dia disertakan lagi dalam Porprov VIII di Sidoarjo.
Hasilnya? “Masih belum dapat juga. Itu ya down banget saya,” kenang atlet asli Kota Tahu ini.
Erika merasa geram. Bukan kepada siapa-siapa, melainkan pada dirinya sendiri. Dia resah karena tak kunjung pecah telur. Tebersit pula untuk menyerah. Untungnya dia mampu menepis itu, dan tetap bertahan.
“Betah nggak betah, harus dibetahin,” tekan wanita lulusan SMA Negeri 8 Kota Kediri ini.
Lagi-lagi, dukungan dari orang-orang sekitarnya yang membuatnya tetap tegar. Perlahan dia kembali bangkit. Menemukan kepercayaan diri lagi.
Semangatnya pun kian membara. Tak cuma ketat menjalani latihan. Namun, intensitas dan frekuensinya dia tambah. Nyaris setiap hari! Hanya libur di Minggu saja.
Akhirnya, hasil tidak mengkhianati proses. Hari baik itu datang juga. Setelah penantian panjang, akhirnya dia bisa membawa medali untuk kota tercintanya.
“Iya akhirnya dapat di 2025. Medali perak dan perunggu di kelas 76 plus,” ujar atlet yang menggunakan bonusnya untuk beli motor ini dengan lega.
Puas? Tentu saja belum. Erika bahkan meningkatkan tensi targetnya. Porprov berikutnya, medali yang dia incar adalah emas.
“Harapannya bisa emas, insyaallah,” inginnya.
Lebih dari itu, Erika juga bermimpi untuk naik ke level kejuaraan yang lebih tinggi. Tidak lain adalah bisa turun dalan ajang Pekan Olahraga Nasional.(emilia susanti/fud)
Editor : Mahfud